TRIBUNNEWS.COM-Dalam kasus puasa Ramadhan adalah makruh, penafsiran hukum Imam Syafii Fiqh adalah metode berkumur sebelum mencuci.

Meskipun tidak dilarang untuk berkumur sebelum mencuci, tidak terlalu berhati-hati.

“Komite Ilema Indonesia mengatakan:” Di zona terlarang Imam Syafii, berkumur selama puasa akan dihukum. MUI) Ketua Lampung Khairuddin Tahmid. -Muslim yang jarang puasa selama bulan Ramadhan ragu dan khawatir puasa mereka akan dibatalkan karena mereka mencuci diri ketika mereka mencuci diri selama puasa.

Dalam hal ini, Anda harus berhati-hati. Karena harus diingat bahwa jika seseorang mencuci, kemungkinan bagian yang terserap oleh mulut atau dinding lidah menjadi kering akibat puasa.

Oleh karena itu, orang setelah mencuci tidak dapat menahan air, sehingga tidak akan terserap ke dalam dinding mulut dan lidah.

Harus juga diingat bahwa berkumur adalah aturan berjemur. Oleh karena itu, meskipun memungkinkan, mengingat risiko air minum akan membatalkan puasa.

“Jangan karena” kita terus menjalankan Hadis, kita berisiko menghapus amalan wajib, yaitu puasa Ramadhan adalah Khairuddin, yaitu ibadah wajib.

Oleh karena itu pada prinsipnya obat kumur adalah salah satu lampu suci mandi, bukan pilar mandi. Penulis: Ust. Zul Ashfi, SSI, LC

Kirimkan pertanyaan Anda ke consult@tribunnews.com

Untuk informasi yang relevan, silakan kunjungi Kolom Konsultasi Islam Tribunnews.com