TRIBUNNEWS.COM-Ikadi, Presiden Asosiasi Indonesia Jawa Tengah, Wahid Ahmadi, mengatakan bahwa selama pandemi virus korona, umat Islam dapat melakukan Operasi Itikaf di masjid-masjid.

Selama masjid itu kosong, hanya kami yang punya berita di sana.

Namun, ini harus dihindari, jangan sampai orang lain mengikutinya untuk mendapatkan berita di masjid. — “Memang, dalam 10 hari terakhir bulan Ramadhan, lebih baik kita menyampaikan pesan di masjid.” Masjid. Ya, kita tidak bisa menyingkirkannya. “

” Jika masjid itu kosong dan hanya ada kami, tidak ada masalah, “Wahid Ahmadi dikutip oleh YouTube Tribunnews.com mengatakan pada Kamis (14 Mei 2020). : Baca doa-doa Laylat al-Qadr dan doa-doa Sunnah selama 10 bulan terakhir Ramadhan

Baca: Tanda-tanda kedatangan malam dan doa-doa Laylat Al-Qadar yang disarankan oleh Rasulullah SAW

Dia menambahkan bahwa Iti dilakukan di masjid Kraft adalah hukum Santo Na, sehingga umat Islam dapat melakukannya di rumah.

Menurut Fatwa peneliti, itu didasarkan pada pertimbangan pandemi virus korona. “Tetapi Itikaf di masjid adalah Santo Cahaya tidak perlu. “

” Pada saat ini (pandemi virus korona), para sarjana telah memberi kami fatwa dengan berbagai pertimbangan dan saran. “

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan langsung berkonsultasi dengan Ust. Zul Ashfi, SSI, ajaran Islam Lc

kirim permintaan Anda ke consulting@tribunnews.com – –Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi bagian Konsultasi Islam Tribunnews.com