TRIBUNNEWS.COM-Itikaf adalah layanan ibadah, biasanya pada malam terakhir Ramadhan, terutama dalam sepuluh hari terakhir, yang dilakukan oleh Rasulullah.

Itikaf adalah sarana untuk memeriahkan malam mulia lailatul qadar. Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Itikaf berarti tetap pada sesuatu, dan dalam syar’i, itikaf berarti tinggal di masjid untuk menyembah Allah.

Itikaf dijalankan oleh orang-orang tertentu dengan prosedur khusus.

Namun, selama pandemi virus korona yang terjadi selama Ramadhan 1441 Hijriah, sejumlah besar umat Islam bertanya tentang menerapkan itikaf hanya di rumah.

Ini memperkuat daya tarik pemerintah dan rakyat. MUI merekomendasikan untuk melakukan berbagai layanan hanya di rumah.

Jadi, bisakah ikataf dilakukan di rumah? Apakah hanya ada rumah?

Bacaan: Sun berlatih di malam hari Lailatul Qadar: meningkatkan ibadah, sedekah dan dedikasi di masjid iktikaf

Bacaan: Doa Nabi SEEN, berpikir bahwa Lailatul Qadar dalam 10 hari terakhir akan melakukan malam Ramadhan Ustaz Satibi Darwis dari orang-orang Fatawa di MUI pusat mengatakan beberapa peneliti mengatakan bahwa itikaf hanya dapat dilakukan di masjid.

Namun, ada pandangan bahwa itikaf dapat dilakukan.

— Dia menjelaskan bahwa itikaf harus diterapkan di masjid-masjid Imam Yafii dan sekte Imam Hambari. — Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? ? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi langsung di konsultasi Islam Ust. Zul Ashfi (S.S.I, Lc) -Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com- untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi bagian konsultasi Islam Tribunnews.com.