TRIBUNNEWS.COM-Hari ini, media sosial adalah tempat yang paling banyak dikunjungi orang.

Di era teknologi ini, penggunaan media sosial tersebar luas.

Penggunaan media sosial sangat beragam, mulai dari kebutuhan hiburan.

Hari Ramadhan tidak terkecuali.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika membaca media sosial, beberapa orang dengan tegas berbicara tentang pidato online. — Mereka yang terus terang kotor atau dikutuk di dunia maya.

Jadi bisakah aktivitas kutukan online menyebabkan pembatalan cepat?

Baca: Kapan mimpi basah naga sampo memerintah puasa Ramadhan, Batalkah?

Baca: Apakah masih sah untuk berpuasa setelah berenang wajib atau putusan? Ini adalah penjelasan – menurut informasi bahwa Musta’in Ahmad, kepala departemen agama Surakata, mungkin telah mengungkapkan bahwa penghinaan terhadap jejaring sosial tidak akan menghilangkan puasa. TribunnwsWiki dari Kompas.com menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan Ahmad (Ahmad) apakah kutukan, baik secara langsung atau melalui media sosial, akan mengurangi gaji puasa.

“Bersumpah, berbohong, marah, bersumpah, memandang estrus dapat membatalkan hadiah puasa (bukan puasa yang dibatalkan, tetapi hadiah yang dibatalkan),” kata Musta. ‘Jumat (24/4/2020).

Halaman berikutnya

>

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi dengan konsultasi Islam Ust secara langsung. Zul Ashfi (S.S.I, Lc) -Kirim permintaan Anda ke Consultation@tribunnews.com- informasi lebih lanjut tentang bagian konsultasi Islam Tribunnews.com