TRIBUNNEWS.COM – Di antara orang biasa, tidur orang yang puasa Ramadhan dianggap sebagai pemujaan.

Benarkah itu? Mengutip harakah.id, sebagian besar orang masih berpikir bahwa orang yang berpuasa selama bulan Ramadhan tampaknya telah melakukan pemujaan saat tidur.

Sekte itu sendiri berarti menaati hal-hal yang benar-benar datang dari Rasulullah Saw. Bentuk mematuhi perintah atau menghindari larangan.

Harap baca juga: https://harakah.id/tidurnya-people-fast-not-worship-ini-explanation-hadith/

Pada prinsipnya, dalam ibadah, semuanya dibatalkan, jadi Argumen menginstruksikan dia.

Jadi, ide apa yang dapat kita pahami untuk menunjukkan bahwa tidur orang yang puasa adalah bagian dari ibadah? Dalam hal ini, ada tradisi yang sering bergema selama Ramadhan, yaitu:

sholat cepat bisa tidur, mutiara bisa tidur, mutiara tertidur, dan doanya diampuni, dia Dosa diampuni. “—— Imam al-Baihaqi menggambarkan Hadits dalam bukunya Syu’ab al-Iman, dan kemudian Imam al-Suyuti Hadis tersebut dikutip dalam buku “Jami”. Al-Shaghir mengomentari kualitas standar hadis (lemah) Hadis.

Imam al-Baihaqi Seorang narator (yaitu, ketinggian narator Ma’ruf bin Hisan) bahkan mengomentari Hadits ini pada puncak sanad (dalam rantai narator). Al-Nakha’i, massa jauh lebih besar daripada Ma’ruf. – – Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi langsung dengan agen konsultasi Islam Ust. Zul Ashfi (SSI, Lc)

kirim permintaan Anda Untuk Consultation@tribunnews.com

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Pengajaran Agama Islam Tribunnews.com