JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Penyebaran virus korona berdampak signifikan pada sektor keuangan negara, yang membantu mengubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan keuangan.

Mengelola keuangan selama pandemi adalah tantangan bagi sebagian orang karena memerlukan pendekatan yang berbeda dari biasanya. — Mengambil langkah-langkah keuangan yang moderat, seperti menabung dan berinvestasi, adalah beberapa cara untuk mempersiapkan situasi keuangan setelah pecahnya krisis. Pandemi COVID-19.

Firsan Nova, seorang kontributor Iconomics dan CEO Mitigasi Risiko Nexus dan Komunikasi Strategis, mengatakan masyarakat perlu mulai mengelola tabungannya dengan bijak. “Dalam hal ini, masyarakat harus memperkuat pengelolaan dana tabungan dan menabung sebanyak mungkin di bank,” kata Faisan dalam siaran pers, Kamis (28/5) / 2020. Maaf, kartu SIM Perpanjangan layanan telah ditutup karena layanan telah diperpanjang hingga 29 Juni 2020. Dia menyarankan untuk tidak menarik semua tabungan dari bank untuk meminimalkan biaya yang tidak perlu. Firsan mengatakan: “Diperlukan waktu sekitar 6 bulan hingga 1 tahun untuk berubah Lama. “Dan pilih untuk menyisihkan lebih banyak pendapatan untuk ditabung.

Data bank Indonesia menunjukkan bahwa pada bulan Maret, bagian pendapatan rata-rata orang yang membelanjakan konsumsi adalah 69%.

Baca: Daftar harga lengkap telepon seluler Oppo , Dari uang yang terjangkau ke uang kelas atas

menurun 69,2% dari Februari dan meningkat dari 18,1% menjadi 18,6%.