TRIBUNNEWS.COM-Selama Ramadhan, pola tidur biasanya berubah saat puasa.

Kamu harus bangun di pagi hari untuk makan di waktu fajar, bangun di tengah malam untuk berdoa, kemudian tertidur dan istirahat di siang hari.

Setelah Idul Fitri, tidur telah berubah dan jadwal secara bertahap kembali ke tidur normal.

Sayangnya, masa transisi ini terkadang dapat menyebabkan gangguan tidur atau gangguan tidur bagi sebagian orang. Diperlukan setidaknya 10 hari setelah Ramadhan untuk kembali normal.

Jika transisi tidak dapat berjalan dengan lancar, gangguan pada mode tidur akan menghancurkan ritme sirkadian yang mengatur jam tubuh sirkadian.

Kita tahu bahwa perubahan ritme sirkadian akan menghancurkan kinerja ritme sirkadian. Hati dan pelakunya menyebabkan stroke dan penyakit jantung. Diet kurang tidur – Setelah Ramadhan, mengubah gaya hidup sehat dapat meningkatkan gangguan pola tidur setelah Ramadhan. Insomnia setelah perut kosong dapat menyebabkan nafsu makan dan kecemasan yang berlebihan. -Jangan khawatir, gangguan tidur setelah Ramadhan dapat diperbaiki dengan membangun beberapa rutinitas sederhana.