Wartawan Jakarta tribunnews.ckm melaporkan bahwa Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, kisah Petualangan Jakarta Tintin memasuki Indonesia untuk pertama kalinya pada tahun 1975. Ketika pertama kali diterjemahkan, seri komik petualangan dunia ini disebut “The Secret of Black Island”.

Marion Apitule-Sudewo (67 tahun), pria di balik seri publikasi Tintin di Indonesia. Julukannya adalah Ayon, dan ia dilahirkan pada 9 Mei 1953 di Tanjung Pandan, Belitung. Ayon mulai menerjemahkan seri Petualangan Tintin pada tahun 1974 (21 tahun).

Pada saat itu, ia melanjutkan studi sarjananya di Departemen Sastra Inggris dari Departemen Sastra Universitas Indonesia (FSUI). Hari ini, warga di ibu kota yang ramai, ini adalah respons dari polisi

Ayong mengatakan bahwa dia baru saja ditarik dari industri terjemahan. Dia berkata: “Karena itu, ibu rumah tangga dapat membantu anak-anak menjual kue dan coklat terbaik, tetapi saya masih menerima terjemahan independen beberapa tahun yang lalu, tetapi ini tidak lagi terjadi.” Demikian diumumkan di museum pada Sabtu (20/6).

Baca: Kakek Kebumen tiba-tiba ditangkap dan kemudian mati ketika bertemu dengan wanita itu.

Ayon tidak lagi muda, mengaku telah lupa berapa banyak orang Tintin. Seri petualangan telah diterjemahkan. Dia berkata: “Sepertinya saya menerjemahkan tidak lebih dari 10 karya pertama.”

Ai Yong mengatakan kepada kami bahwa terjemahan dari seri “The Adventures of Tintin” sangat menarik. Dia telah mengetahui kisah-kisah wartawan yang cerdas sejak dia masih kecil.

Membaca: Rahasia melintasi lereng curam saat mengemudi

“Saya tahu komik Tintin sejak saya masih kecil tetapi orang yang membaca komik Tintin dalam bahasa Belanda bernama KUIFJE.”

” Saya mengenal Tintin ketika saya masih kecil, baik Prancis maupun Inggris., KUIFJE. Orang tua saya memberikannya kepada saya, saya tidak tahu dari mana asalnya. Karena saya sudah lama sekali, jadi di rumah ini, saya masih berbicara bahasa Belanda. “Ayon memulai ceritanya.