TRIBUNNEWS.COM-Pertengkaran dalam keluarga adalah hal biasa.

Namun, pertengkaran disertai dengan suara bernada tinggi, berteriak, menyebutkan nama, dan dorongan, terutama sebelum disiksa secara fisik, yang mungkin memiliki efek serius. Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh dalam keluarga berkonflik tinggi akan menderita masalah psikososial dan stres pasca-trauma, yang tidak hanya akan mempengaruhi pernikahan, tetapi juga mempengaruhi status psikologis anak-anak. -Apakah Anda sering bertengkar dengan pasangan? Pastikan untuk tidak melakukan ini di depan anak.

Karena perkelahian di depan anak akan mempengaruhi banyak hal anak, termasuk:

1. Stabilitas emosional

Seorang anak yang bahagia adalah orang yang penuh cinta, perhatian dan cinta.

Baca: 4 Manfaat berolahraga dengan pasangan atau teman dapat mengurangi stres

Pertengkaran dapat menyebabkan emosi negatif, seperti kebencian dan rasa tidak hormat pada anak-anak, terutama jika mereka sering menyaksikannya.

Anak-anak yang sensitif secara emosi memiliki risiko tinggi tekanan emosional dan dapat mengancam keselamatan mereka secara keseluruhan.

2. Toleransi kekerasan