Laporan Reporter Tribunnews.com Eko Sutriyanto-Jakarta TRIBUNNNEWS.COM-memprediksi konsumsi daging per kapita tahun ini akan turun ke level terendah dalam sembilan tahun terakhir.

Penurunan sebesar 3% dari tahun lalu Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), penurunan tersebut bahkan lebih besar sejak tahun 2000.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa karena kesulitan ekonomi, tantangan logistik seperti pembatasan transportasi, dan penurunan permintaan restoran yang tajam, munculnya kombinasi Covid-19 telah menyebabkan penurunan permintaan global. — Salah satu penyebabnya juga karena kurangnya pekerja di industri pengemasan daging, yang merupakan salah satu sumber penyebaran virus paling serius di banyak negara di dunia. – Insiden demam babi Afrika di Asia juga menurun sehingga menyebabkan seperempat babi dunia disembelih.

Baca: Resep sup, daging sapi, rempah-rempah dan sayuran untuk penjahat Rabobank memperkirakan bahwa permintaan protein dan pakan hewani di Asia Tenggara akan menurun. Badan tersebut memperkirakan bahwa konsumsi daging akan terpengaruh sebesar 9% hingga 13%, daging babi akan berkurang 4% hingga 17%, dan ikan akan berkurang 6% hingga 11%. Di Indonesia, permintaan unggas akan turun dari 1% menjadi 4%.

Membuka jalan untuk pola makan baru

Dengan berkurangnya konsumsi daging, permintaan produk herbal di beberapa negara seperti Amerika Serikat juga meningkat hingga 53%.

Untuk membantu konsumen yang berminat bertransisi ke pola makan yang lebih berkelanjutan, lebih welas asih, dan lebih sehat, tantangan vegetarian gratis selama 21 hari ini mengundang pelamar untuk mengajukan diet baru 21 hari.