Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 membuat dunia sadar akan ancaman krisis pangan yang semakin nyata.

Semua pihak juga berlomba-lomba membuang inovasinya melalui penelitian di bidang pertanian.

Salah satu kegiatan penelitian pertanian dan inovasi perikanan yang dilakukan oleh anak-anak di negeri ini adalah budidaya perairan.

Budidaya adalah kegiatan inovasi pertanian modern dan ramah lingkungan berbasis akuakultur yang dilakukan di Elon Farm di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Oleh karena itu Menteri: Jaga Hidroponik Sawi dan Kangkong – penelitiannya telah berhasil diselesaikan dan telah dilakukan di banyak tempat di Jawa Barat. Hidroponik, ”kata Joel, peneliti Elon Farm yang merupakan mahasiswa PhD di IPB, Selasa (8 November 2020).

“ Cara ini sendiri bernama OS-Aquaponica, dan kami kembangkan di sini Udang dan nila merah. Dia menambahkan. – Bacaan: Serunya Panen Sayur Segar dari Usahatani Hidroponik di Desa Cicau di Hankook Tire – Joel mengatakan konsep OS-Aquaponica biasanya terlihat seperti kolam bak-fish dan tambak udang yang terkait dengan budidaya sayuran melalui sistem terapung digabungkan.

Menurutnya, cara ini tidak menghasilkan limbah, karena kotoran ikan diubah menjadi pupuk tanaman, dan sisa sayuran dicampur menjadi pakan ikan. Karena sistem sirkulasi air, hanya ada sedikit air, dan hanya 2-2,5% air yang ditambahkan setiap hari karena penguapan.

“Dalam sistem yang kami buat, sayuran dapat digunakan sebagai filter biologis yang efektif untuk menetralkan air. Kembali ke tangki ikan. Sayuran juga dapat dijual karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi, kecuali ikan dan udang. Selain produk utamanya. ”“ Katanya.

Selain industri pertanian, inovasi ini juga bisa disimpulkan bersamanya: “OS-Aquaponica dirancang untuk industri pangan karena investasinya relatif besar. Dibangun di atas tanah, omzetnya bisa mencapai Rp 1 miliar / bulan. “.