Reporter Tirbunnews.com Eko Sutriyanto melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Sejauh ini, masih banyak pendapat di masyarakat bahwa susu kental sama dengan susu formula.

Mengingat harga yang murah, sebagian orang yang tidak tahu akan memberikan SKM kepada anak-anak, bukan susu pertumbuhan atau susu anak.

Misal, seorang anak kecil di Cipinang Baru Utara Jakarta Timur mengkonsumsi SKM sebanyak 2 kaleng sehari karena faktor keuangan orang tuanya.

Polastri (40 tahun), warga Cipinang Besar, Jakarta Timur, Putranya mengonsumsi SKM 1-2 kaleng setiap hari. -Polisi mengatakan: “Mungkin lima kali sehari, dan satu atau dua kaleng sehari.” Mengingat konsumsi SKM yang berlebihan sebenarnya dapat membahayakan sebagian besar gula, anak-anak memang menjadi masalah yang nyata. Rawan berbagai penyakit seperti obesitas dan diabetes.

Dokter Spesialis Anak dr DR Tubagus Rachmat Sentika SpA MARS menyatakan memang dilarang membawa SKM kepada k anak. –Baca: Konsumsi susu kental manis, gizi bayi terancam

Pasalnya kandungan SKM sangat berbahaya bagi perkembangan anak yang mengkonsumsinya .

“Rachmat Sentika belum lama ini mengatakan:” Karena tidak ada manfaat gizinya, 18 Anak di bawah usia mengonsumsi SKM “.