Laporan wartawan Tribunnews.com Hari Darmawan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Saat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut peraturan Menteri Perhubungan Nomor 56 Tahun 2020, helm tidak wajib ada. — Menurut Budi Setiyadi, Direktur Departemen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, tidak wajibnya penggunaan helm dan sayap memang menjadi pembahasan panjang. – ā€œPengendara sepeda tidak perlu memakai helm karena melihat jika seseorang menggunakan sepeda di tempat umum di rumah, harus memakai helm,ā€ Budi Setiyadi Jumat (25 September 2020) Hari) kata. Ia juga mengatakan bahwa helm dan sayap bersifat opsional, tetapi juga penting untuk keselamatan. Sebagai seorang pengendara sepeda yang menekuni olah raga, ia harus menggunakannya untuk keselamatan jalan raya.

Baca: Hobi naik sepeda harus dibaca. Ini peraturan baru dari Kementerian Perhubungan untuk pengendara sepeda

“Pakai Helm Budi Setiyadi mengatakan:” Tentu ini lebih baik dari segi keselamatan, tapi Pilihan. Kemudian, para mudguard dikeluarkan dari balapan, gunung dan sejenisnya. -Budi Setiyadi (Budi Setiyadi) juga mengungkapkan, dengan adanya regulasi sepeda tersebut, kami berharap dapat menjamin keselamatan penggunanya.

Baca: Hubdat Dirut: Pengendara Sepeda Tidak Wajib Pakai Helm dan Sayap– “Budi Setiadi mengatakan:” Bukan hanya pengguna sepeda, tapi juga keselamatan pengguna jalan lainnya, Seperti pejalan kaki dan kendaraan bermotor. Karenanya, untuk melanjutkan Budi, pengendara sepeda harus mematuhi aturan seperti berjalan di satu jalur dan tidak lagi bersepeda. Lebih dari dua jalur.