Laporan reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bayi baru lahir biasanya muntah atau mengeluarkan susu atau makanan yang baru saja ditelan. -Haruskah orang tua memperhatikan?

Menurut dr Ade Djanwardi Pasaribu Sp.A, bayi akan meludah karena sistem kerongkongannya belum optimal. Karena itu, ini adalah kondisi yang wajar.

Bacaan: Hipotesis yang sering dipikul ibu, apakah tumbuh dewasa saat anak menjadi ibu? Psikolog berkata: “Oleh karena itu, saat menelan minuman, akan ada cincin otot antara esofagus dan lambung, yang harus dibuka, tetapi karena cincin itu tidak berfungsi. Dalam kasus terbaik, cincin itu akan menutup dan keluar dari gastroesofagus.” , Kata dokter. Ade disiarkan langsung di Instagram IDAI belum lama ini. Ade bercerita, bila anak meludah dengan cepat, ia akan mencucinya untuk mencegah bayi menghirup dahak yang bisa menyebabkan muntah-muntah kecil. Ade berkata: “Karena hidung, dari hidung ke hidung. Mulut bayi selalu disatukan dengan erat.” Teknik lain untuk mencegah anak meludah adalah dengan mengontrol waktu menyusui. Kurang makan, Nak.

Baca: Amankah Bersepeda Selama Pandemi Covid-19? Rujuk ke petunjuk dokter-sesuaikan posisi anak setelah minum ASI atau susu formula bubuk, dan sesuaikan posisi tubuh anak hingga sekitar 30 derajat untuk membantu pencernaan. Ade berkata: “Mohon makan sedikit makanan secara perlahan untuk mengurangi muntah.” – Dahak ini biasanya berasal dari perut, yang berbeda dengan muntah, yang biasanya disertai dengan tekanan dan kuantitas yang lebih besar. t, sputum bayi juga berkurang karena sistem pencernaannya lebih ideal.