JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Saat kita berbincang dengannya, pernahkah Anda melihat tanda-tanda si kecil tidak menyukainya?

Hal ini terjadi ketika orang tua suka berdebat dengan kata “apa yang ibu atau ayah ingin katakan”.

Bahkan anak-anak biasanya takut. Mengapa?

Kekhawatiran ini disebabkan fakta bahwa subjek percakapan biasanya membahas nilai sekolah, kesalahan, atau hal-hal tertentu yang membuat stres, bahkan jika orang tua ingin bersantai.

Saskhya Prima, psikolog dari tiga generasi, menyebutkan bahwa stres akibat ajakan ngobrol orang tua pada anak berkurang. Orang tua harus memulai dengan sesuatu yang menarik. -Mengundang anak-anak untuk mengatakan bagaimana perasaan mereka atau apa pun yang membuat mereka bahagia, tertekan, atau sedih hari itu. — Bacaan: Banyak Artis dan Artis yang Menganggur, Tim Kerja Sambut Ide Pembuatan Film dan Sinetron Bertema Covid-19 – Bacaan: Rasakan Eksistensi Semangat Sejak Kecil, Syifa Hadju Alami Hal Misterius Melalui Komunikasi — – “Chat, tidak perlu PR, coba saja ganti pertanyaannya, misalnya: Bagaimana perasaanmu hari ini, apakah kamu merasa tidak nyaman?” Kata Saskhya dalam siaran langsung Instagram dengan @agnesmarlita, Rabu. u (6/6/2020).

Penasaran dengan keadaan emosi anak yang juga sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak, karena anak akan merasakan mendengarkan dan membiasakannya dengan berbagai perasaan anak.

Bacaan: Jangan salah hitung ya, berat badan bertambah, begitulah cara membaca kandungan gizi kemasan makanan.

Baca: Baik Roy Kiyoshi maupun Dwi Sasono dikirim ke RSKO, Bagaimana dengan pengobatannya?

Untuk anak kecil, ini adalah cara yang menarik, seperti mengungkapkan perasaannya dengan menunjuk ekspresi wajah, sehingga mereka juga bisa memahami ekspresi sosial fa sedang senang, bosan atau marah. Soal emosi, enggak perlu langsung tunjukin (cara menghadapinya), “kata Saskhya.

Begitu anak sudah merasa nyaman, baru bisa memulai percakapan, jika ada hal yang penting, tapi jika Saskhya berkata,“ Tujuannya adalah: “Jadi Saya ceritakan dulu tentang tema sekolah. Nanti kita buka acara lagi untuk bertukar, agar kontaknya tidak hanya saat ada yang mau ngobrol. “