Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Rebo Wekasan atau Rabu Wekasan adalah istilah dalam penanggalan Jawa. Biasanya bisa diartikan sebagai Rabu atau Rabu terakhir setiap bulan di Safar.

Di Safar bulan ini, banyak orang mengira bahwa Allah akan membawa banyak bencana. Inilah mengapa dianjurkan untuk meningkatkan amalan dan kesalehan.

Orang-orang juga percaya bahwa Allah akan mengurangi ribuan bencana, seperti bencana dan penyakit, pada hari Rabu terakhir Safar. Baca juga: Rebo Wekasan: Inilah Amalan dan Tata Cara Sholat Menolak Bala, Niat dan Sholatnya – Oleh karena itu, pada hari Arba Mustakmir ini, kita dianjurkan untuk berdoa kepada Allah agar terhindar dari segala bencana. Penjelasan lengkap tentang Arba Mustamir atau Bahasa Jawa adalah Rebo Wekasan.

Dikutip dari Wikipedia, Rebo Wekasan, Ulang Rabu Wekasan atau Rebo Pungkasan, adalah nama hari Rabu terakhir bulan Safa menurut penanggalan Jawa. — Di Rebo Wekasan, rangkaian ritual tradisional Safalun biasanya dimulai. Itu berakhir pada Jumat Kliwon di bulan Maulid (Mulud).

Upacara Bakti Ketupat dan Babarit di Kecamatan Sunda, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Harap baca juga: Apa itu Rebo Wekasan? Ini adalah definisi hari Rabu Pamunka, menolak adat istiadat, sholat dan tata cara sholat Bara – kekhususan Rebo Vekasan adalah bahwa ini adalah satu-satunya hari yang tidak bergantung pada hari Pasalan dan Nampu untuk ritual adat. . -Kecuali pada Hari Rebo Wekasan, adat istiadat Chiavin, hari pasar dan uang kertas neptu sangat penting untuk keamanan dan keberkahan acara.