JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Saat kita berbincang dengannya, pernahkah Anda melihat tanda-tanda si kecil tidak menyukainya?

Ini terjadi ketika orang tua suka berdebat dengan “apa yang ibu atau ayah ingin katakan”. Mengapa?

Kekhawatiran ini disebabkan oleh fakta bahwa subjek percakapan biasanya membahas nilai sekolah, kesalahan, atau beberapa hal yang membuat stres, bahkan jika orang tua ingin bersantai.

Saskhya Prima, psikolog dari tiga generasi, menyebutkan bahwa stres akibat ajakan ngobrol orang tua pada anak berkurang. Orang tua harus mulai dengan sesuatu yang menarik. -Mengundang anak-anak untuk berbagi perasaan mereka atau apa pun yang membuat mereka bahagia, tertekan, atau sedih. — Baca: Banyaknya artis dan artis yang menganggur, ide pembuatan film bertema Covid-19 dan sinetron disambut baik oleh satgas

Baca: Eksistensi Semangat Sejak Kecil Bisa Rasakan, Syifa Hadju Alami Misteri Melalui Komunikasi Hal- “Ngobrol, jangan minta PR sekolah, coba ubah pertanyaanmu, seperti: bagaimana perasaanmu hari ini, apakah kamu punya firasat buruk?” Kata Saskhya saat siaran langsung Instagram dengan @agnesmarlita, Rabu . 16/6/2020) .

Memperhatikan keadaan dan perasaan anak juga sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak, karena anak merasa mendengarkan, dan bagi balita akan terbiasa dengan berbagai perasaan. -Membaca: Jangan salah hitung kalkulus gigi, berat badan bertambah, begini cara membaca kandungan gizi kemasan makanan

Bacaan: Suara Roy Kiyoshi dan Dwi Sa dikirim ke RSKO, bagaimana dengan pengobatannya? Cara-cara anak yang menyenangkan, seperti mengungkapkan perasaannya dengan menunjukkan ekspresi wajah, sehingga mereka juga dapat mengetahui apakah ekspresi wajahnya senang, marah atau marah. Soal perasaan tidak harus langsung ditekankan (bagaimana menghadapinya), ”kata Sasca. Begitu anak sudah nyaman, jika ada yang penting, mulailah berbicara tentang topik yang ingin disampaikan, tetapi jika niatnya ingin bicara, Hanya saja saya biasa tidak memulai dengan “Jadi saya akan ceritakan tentang sekolah dulu.” Nanti, kami membuka kontrak nikah lagi, jadi pertobatannya tidak hanya menjalin hubungan ketika seseorang ingin bicara, ”kata Saskhya.