Reporter Constantine, Nur Qolbi-TRIBUNNEWS.COM, Indeks Harga Saham Gabungan Jakarta-Jakarta (IHSG) bergejolak selama lima hari perdagangan terakhir. Meski begitu, IHSG sempat turun 2% menjadi 5.239,85 poin dari sebelumnya 5.346,66 poin. , Pemulihan ekonomi melambat, kasus korona terus meningkat, dan penanganan korona di Indonesia lamban.

“Rebalancing indeks MSCI minggu ini dan capital outflow yang cukup besar juga menyebabkan Hendriko menghubungi Hendriko pada hari Jumat (4/9/2020) dan mengatakan:” Untuk penurunan IHSG.

Hendriko memprediksikan minggu depan IHSG berpeluang untuk berubah, dan trend akan naik sekitar 5 156-5 461.

Menurutnya, perasaan yang mempengaruhi pergerakan IHSG selalu terkait dengan perkembangan pemulihan ekonomi, pengolahan korona, dan rilis data ekonomi (misalnya negara asing). Cadangan devisa, indeks kepercayaan konsumen (IKK) dan penjualan eceran untuk Juli 2020.

Di sisi lain, menurut prediksi Investindo Sekuritas Okie Ardiastama, potensi analis Pilarm terhadap IHSG minggu depan kemungkinan akan terbatas pada 5160-5384.

“Selain itu, pergerakan rupee dan rilis data ritel dianggap memainkan peran penting minggu depan,” kata Okie.

Baca: IHSG turun 0,75 persen pada perdagangan hari pertama hari ini

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana yakin dalam sepekan ke depan, IHSG akan cenderung terkoreksi lebih lanjut, dengan support mingguan di 5150 dan resistance di level 5150. 5382.

Sentimen datang dari keluarnya cadangan devisa dan keluarnya IKK. — “Berdasarkan konsensus yang beragam, kecenderungan cadangan devisa turun dan IKK cenderung naik,” kata Herditya. Pimpin Indonesia, Nippon Nippon mengakuisisi saham Wuthelam Group seharga 1,28 T triliun yen -Untuk transaksi Senin (9 Juli 2020), Okie dan Herditya memprediksi IHSG akan menguat dalam kisaran terbatas, dengan resisten di 5.217 -5,343 dan 5,220-5,350 masing-masing.

Di saat yang sama, Hendriko memprediksi IHSG berpotensi mendorong trend mixed menuju pelemahan, pada level support 5.200-5.220 dan level resistance 5.276-5.300.

Artikel ini pernah tayang di Cash, dan sahamnya turun 2% dalam seminggu. Ini prediksi analis dari trend IHSG minggu depan