JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah masih memiliki opsi untuk terus meningkatkan pendapatan negara.

Oleh karena itu, pemerintah dihimbau untuk mengidentifikasi berbagai sumber yang dapat meningkatkan pendapatan negara. Dan pengelolaan kekayaan negara. Aset milik negara harus dikelola dengan lebih baik untuk memberikan kontribusi. Jika dikelola oleh pihak ketiga, sebaiknya juga lebih dioptimalkan.

Seperti kita ketahui bersama, banyak aset milik negara yang saat ini dikelola oleh pihak ketiga, namun transparansi dan akuntabilitas sulit untuk diikuti. Hotel ini terletak di kawasan Senayan. Atau, ada pusat hiburan, seperti Taman Mini Indonesia Indah yang masih dikelola oleh Yayasan Harapan Kita. Jutaan orang – “Andreas Hugo Pareira, anggota Partai Progresif Demokratik PDIP, mengatakan dalam pidatonya tentang” Menjelajahi Pendapatan Negara dalam Menghadapi Perekonomian “:” Selain tradisi Selain pendapatan pendanaan, harus ada terobosan sumber pendanaan dan peluang yang harus dilihat. “Resesi ekonomi”, Sabtu (5/9).

Menurutnya, tahapan yang berbeda harus disiapkan. Dalam kasus Covid-19, seperti dalam kasus perang, perlu dilakukan langkah-langkah strategis yang terarah dan memiliki daya dukung.

Dalam rangka meningkatkan anggaran untuk mengoptimalkan pendanaan nasional pada saat pandemi, pemerintah harus mengambil tindakan untuk mencari peluang, bukan hanya memprioritaskan sumber. Pendanaan rutin.

“Jika pada saat perang, negara-negara peserta perang menyiapkan persenjataan pertama, faktor pendukung lainnya, logistik, makanan tentara. Kita perlu mencari berbagai peluang yang dapat meningkatkan pendapatan negara,” Andreas Mengatakan. Ketika ditanya bagaimana cara menggunakan aset milik negara untuk meningkatkan pendapatan APBN, Menteri Keuangan dan Kebijakan Makroekonomi Masyita Crystallin, mengatakan: Dalam pandemi, pemerintah menghadapi tantangan berat dalam meningkatkan pendapatan nasional. Sektor swasta juga terpengaruh, aktivitas bisnis lebih tenang, dan permintaan publik menurun.