Reporter Tribunnews Eko Sutriyanto melaporkan-Begas TRIBUNNEWS.COM-Krisis global Covid-19 berdampak pada lemahnya aktivitas ekonomi Indonesia, termasuk industri real estate. Setelah mengalami perlambatan dalam tiga tahun terakhir, awal tahun 2020.

Rizkan Firman, CEO PT Adhi Commuter, mengatakan Adhi Commuter optimis dengan kuatnya permintaan pasar akan perumahan transportasi terintegrasi (strong transport-oriented development / TOD). -Pandemi Covid-19 bersifat sementara, karena pertumbuhan penduduk telah menyebabkan peningkatan permintaan rumah secara terus menerus. Rizkan dalam siaran persnya di Bekasi, Rabu (7/8/2020) mengatakan: “Angkutan Jabodetabek.” Bacaan: Adhi Commuter Properti melakukan penyaringan 3 ek LRT City untuk segera dikirimkan ke konsumen-rumah konsep TOD ini. Padahal, sudah sesuai dengan Perpres Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jakarta 2018-2029 Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, di mana Pemerintah menetapkan pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dan mendorong masyarakat untuk menggunakan angkutan umum. Alat .

Baca: Menteri Perhubungan berharap konsep TOD tidak hanya muncul di DKI Jakarta

Indra Syahruzza, Direktur Pemasaran ACP, mengakui prospek konsep TOD perumahan pada tahun 2020 sangat bagus. – Alasannya, transportasi massal terus berkembang, seperti subway, light rail, dan kereta cepat. Oleh karena itu, masyarakat semakin menyadari keunggulan hunian yang dekat atau bahkan terintegrasi langsung dengan angkutan umum, seperti produk hunian di kota-kota light rail.

Bekasi-Eastern Green, kota kereta api ringan. Konsep hunian TOD di Bekasi Timur memiliki konsep “your smart travel”, “smart access” dan “smart facilities”.