Laporan Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Direktur Jenderal Perusahaan Penjamin Simpanan (LPS) 2015-2020 Fauzi Ichsan mengatakan, pidato merger bank menuntut industri perbankan syariah untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi.

Menurut Fauzi, mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, maka prospek perkembangan perbankan syariah sangat luas.

Fakta ini telah menciptakan potensi besar bagi perkembangan pasar keuangan dan ekonomi Islam. – “Populasi Muslim Indonesia terbesar di dunia, sekitar 229 juta orang. Namun tingkat pengetahuan dan inklusivitas keuangan, khususnya keuangan syariah, sangat lemah. Kurang dari 40% penduduk Indonesia yang dapat menggunakan layanan perbankan. Hal ini menjadikan potensi yang besar” ( Fauzi mengatakan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (12 Desember 2020): “Kata Fauzi dalam siaran pers Jakarta. -Merger dapat berdampak pada penurunan biaya perbankan. Penggalangan dana untuk bank syariah. Baca: Syariah Bank-bank doktrinal harus mendigitalkan operasinya agar dapat terus berkembang dalam pandemi Covid-19-pengurangan biaya modal akan memberi lebih banyak ruang bagi bank-bank syariah gabungan untuk mengalokasikan pembiayaan yang terjangkau. Merger juga dipertimbangkan Solusi mahalnya biaya operasional dan belanja modal yang kerap dialami perbankan syariah.

Baca: Jusuf Kalla menjelaskan faktor-faktor yang membuat bank syariah belum berkembang pesat

Ia mengatakan: “Melalui merger, DPK Ini dapat meningkatkan biaya, biaya operasi, dan biaya investasi (bank investasi ini adalah beberapa bank investasi yang menggunakan bahan dan perangkat lunak yang sama), yang dapat membuat merger bank lebih kompetitif. “