Jakarta TRIBUNNEWS.COM-XI Wakil Ketua Komite DPR RI Amir Uskara (Amir Uskara) mengimbau pemerintah mengambil langkah taktis dan strategis untuk mengatasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2020 yang negatif 5, meningkat dari tahun ke tahun sebesar 32% ( YoY)). Pertumbuhan ekonomi negatif ini pertama kali sejak 1998 atau sejak Indonesia mengalami krisis keuangan.

“Pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi berikut ini menjadi kewajiban pemerintah untuk segera mengambil langkah taktis dan strategis.“ Hingga kontraksi ketiga, karena jika terjadi kontraksi pada triwulan III, Indonesia akan mengalami resesi, ”kata Amir di Zhou. Lima (8 Juli 2020) kepada wartawan. – Baca: Terobosan kreatif harus hindari resesi ekonomi — Guna meramalkan resesi ekonomi, Amir mengimbau pemerintah untuk meningkatkan daya beli warganya. Salah satunya dengan meningkatkan penghasilan bebas pajak (PTKP) ) Dan mempermudah bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat, namun tetap fokus pada pencegahan penyebaran wabah Covid-19.Ketua Fraksi PPP DPR RI ini juga menyampaikan bahwa pemerintah perlu mencari gelar yang paling tangguh dan terintegrasi dalam sistem global. Industri terburuk untuk mengatasi krisis .

Sektor ini adalah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dinilai sangat cocok karena sangat bergantung pada pasar dalam negeri.

“Selain itu diperkuat dengan mengedepankan pendaftaran Stimulus fiskal, ia mengatakan: “Insentif pembebasan pajak (tax holiday) dan langkah-langkah pengurangan pajak (pengurangan dan pembebasan pajak) untuk jangka waktu tertentu. Ini mencakup usaha kecil, menengah dan besar.” Kami mendorong “pemerintah mempercepat pembangunan yang dapat menyerap tenaga kerja Infrastruktur utamanya antara lain mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan belanja, terutama untuk kegiatan padat karya, ”tambah Amir.