Laporan wartawan Tribunnews.com Hari Darmawan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-merupakan kabar gembira bagi penumpang kereta api (KA). Jika tes cepat diperlukan selama pandemi Covid-19, itu akan disubsidi oleh pemerintah.

Zulfikri, Direktur Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mengatakan pihaknya sedang mengkaji dan menyetujui pemberian layanan pengujian cepat untuknya. Menurutnya, selama periode Covid-19, pemerintah harus memberikan subsidi untuk mendorong operasional angkutan umum memenuhi kebutuhan hidup. . — Bacaan: Ade Firman Hakim (Ade Firman Hakim) meninggal dunia karena asma akut dan mendapat hasil tes cepat tidak ada respon-Bacaan: Libur Panjang, Puncak Kereta Kembali Penumpang Naik Jadi 88%

Zulfikri terus berdiskusi dan membahas subsidi terkait biaya layanan rapid test bagi penumpang kereta api. Zulfikri mengatakan pada pertemuan virtual, Kamis (17/9/2020): “Subsidi biaya layanan rapid test juga Upaya donasi kami. Kepercayaan pada penumpang kereta api. “—” Saat ini, Zulfikri, tingkat hunian antar kota, menyebutkan bahwa KA lokal per trip adalah 47%, dan jumlah penumpang per hari sekitar 68.000. Hingga September 2020 Pada September jumlah ini sudah turun, dan arus penumpang harian sekitar 19.000. Tak hanya itu, jumlah pemudik KRL yang biasanya mencapai 1 juta per hari kini turun menjadi 415.000 per hari. Menyumbang 27%.