Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Akibat pandemi Covid-19, indikator kinerja perusahaan keuangan atau multifinance mengalami penurunan.

Hal ini dipengaruhi oleh lesunya permintaan kredit untuk sepeda motor, mobil dan industri keuangan lainnya. Mobil baru turun 46%, dan penjualan sepeda motor baru turun 40%.

Suwandi Wiratno, Ketua Asosiasi Perusahaan Keuangan Indonesia (APPI), mengatakan laba perusahaan keuangan meningkat. Sejak Mei 2020, penurunan year-on-year atau year-on-year (year-on-year) sebesar 65% -Baca: Penjualan mobil rental DFSK meningkat sejak 2019-profit hanya 2,6 triliun rupee, dan mungkin berlanjut di 2020 Tren penurunan selama sisa tahun ini.

Pandemi Covid-19 juga telah meningkatkan kredit macet (aset buruk / NPF) menjadi 4,1%. Kredit macet meningkat 51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year).

“Misalnya, penjualan kendaraan roda empat tidak naik signifikan. Bulan April jadi 7.800. Bulan Mei jadi 3.500. Bulan Juni naik 13.000. Suwandi membahas di Infobanktalknews, Rabu (12/8/2020). Pertemuan itu mengatakan: “Tidak ada fluktuasi sebesar itu di bulan Juli. Hal yang sama berlaku untuk Agustus. Daya beli ini menurun, dan Covid-19 belum juga turun. ”Aset (PP) juga turun 1,42% year-on-year. Dari total aset 507 triliun rupee, 44% atau 2,24 juta rupee adalah aset PP anak perusahaan ATPM, 32% (Rp 163 triliun) merupakan aset anak perusahaan bank, dan 24% (Rp 120 triliun) merupakan aset PP non afiliasi Pembiayaan piutang yang sama Piutang mencatat penurunan sebesar 6,4% (year-on-year) -Baca: Economist : OJK wajib memberikan penghargaan dan sanksi kepada rente yang tidak sesuai dengan pelonggaran kredit

dari total piutang Rp420 triliun, 60% atau Rp252 triliun adalah piutang pembiayaan multiguna, dan Rp129 triliun merupakan investasi Pembiayaan Rp 24 triliun merupakan pembiayaan multiguna.