Reporter Tribunnews Taufik Ismail melaporkan-TRIBUNNEWS. Menteri Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Ida Fauziyah mengatakan, pihaknya akan segera menyusun rancangan peraturan pemerintah (RPP) yang akan melonggarkan pendanaan Jamsostek hingga 90%. -Presiden memprakarsai persiapan RPP.

“Izin untuk memulai penyusunan RPP sudah disetujui. Nanti akan kita selesaikan dengan kementerian dan lembaga lain,” kata Ida Fauziyah, Kamis (30/4/30). Nantinya, diatur kelonggaran mekanisme pembayaran iuran sosial perseroan, mulai dari pembayaran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), dan Pensiun (JP). -Setelah relaksasi, peserta Jamsostek hanya perlu membayar 10% dari santunan wajib. Ia mengatakan: “Substansi yang diatur dalam RPP adalah penyesuaian pertama terhadap iuran program JKK, disusul JK dan pensiun.” – “Pengurangan iuran untuk program JKK dan JK, kemudian program jaminan pensiun berupa pembayaran yang ditangguhkan Pengurangan dan pembebasan biaya. Besaran yang dibayarkan yakni pembayaran JKK bagi peserta yang sudah menerima gaji JKK akan dibayarkan sebesar 10% dari jumlah yang dibayarkan. Iuran normal, ”lanjutnya. -Membaca: 1,7 juta pekerja yang di-PHK akan masuk dalam program pra-kerja-katanya, peserta yang tidak menerima gaji akan dikenakan biaya bulanan sebesar Rp 600.000. Pada saat yang sama, pekerja konstruksi harus membayar 10% dari sisa iuran yang belum dibayar.

Baca: Dalam Tayangan Netflix, Camila Mendes (Camila Mendes) Jadi Wanita Kaya di “Dangerous Lies Movie”

Lalu, Asuransi Pensiun iuran keanggotaan bisa diperpanjang 3 kali lipat . Bulan.

“Kami berharap dengan kelonggaran pembayaran iuran jaminan sosial, teman-teman bisnis dapat memenuhi kewajibannya untuk membayar THR, dan kami akan mengeluarkan pemberitahuan tentang syarat pembayaran THR. Saya kira begitu,” ujarnya.