JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pada awal perdagangan pasar spot Senin (30/3/2020), nilai tukar rupee terhadap dolar AS kembali melemah.

Mengutip data Bloomberg (perkiraan Bank Dunia) 09.44, rupee melaporkan level rupee India / dolar AS pada 16,273 rupee, yang 103 poin (0,63%) lebih rendah dari nilai tukar rupee 16.170 / dolar AS Jumat lalu. — Ariston Tjendra, Head of Futures Research and Education PT Monex Investindo, mengatakan pelemahan tersebut terjadi karena investor semakin mengkhawatirkan kondisi ekonomi setelah investor mengunci kebijakannya. Dipimpin oleh negara-negara untuk mengurangi penyebaran pandemi virus korona.Ada 30.142.000 kasus positif corona di serikat pekerja AS yang sebagian besar berskala global. IMF sebelumnya memperkirakan virus corona akan menjadi pandemi. Mengarah pada krisis ekonomi dan keuangan global. Ariston mengatakan kepada Kompas.com: “Pasar aset berisiko, termasuk rupee, mungkin akan tertekan hari ini karena pasar kembali mengkhawatirkan penyebaran wabah korona, yang berdampak negatif bagi perekonomian.” Sebagai langkah terakhir untuk menekan penyebaran virus corona, Banyak tindakan nasional telah diambil. Dengan diterapkannya kebijakan blokade otomatis, aktivitas ekonomi akan menurun dan mengakibatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara. Di negara-negara yang terkena dampak, dia mengatakan bahwa penyebaran epidemi di Amerika Serikat, Eropa dan Inggris sangat lemah. .

Dia mencontohkan, data angkatan kerja di Amerika Serikat menunjukkan jumlah pengangguran yang meningkat berkali-kali lipat. Di saat yang sama, data aktivitas dan jasa manufaktur juga turun tajam.

Namun, Ariston percaya bahwa mampu menahan emosi yang lemah mungkin datang dari kabar baik. , Setelah Amerika Serikat menandatangani tagihan stimulus ekonomi $ 2 triliun. Penggunaan dana harus bisa mengurangi dampak negatif wabah virus corona terhadap perekonomian AS. -Hari ini, Arisron memprediksi bahwa rupee akan berfluktuasi antara 16.100 rupee terhadap dolar AS dan 16.300 rupee untuk dolar AS.

Artikel ini pertama kali tayang di Kompas. Judul .comnya adalah “Ruby di pagi hari melemah dan masih menanggung beban korona”