Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Asuransi Jiwasraya (Persero), bersama dengan Kementerian Perusahaan Publik dan Kementerian Keuangan, menyiapkan rencana strategis terbaru untuk para pemegang saham.

Menunjukkan bahwa rencana tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan memenuhi kewajibannya kepada pelanggan, dan telah dikomunikasikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Rencana restrukturisasi. Diharapkan mulai bulan ini. Setelah menerima pembiayaan yang dikonfirmasi oleh pemegang saham, pada Agustus 2020. Ia mengatakan dalam keterangan resminya, Rabu (22/7/2020). Hexana menjelaskan bahwa kebijakan reorganisasi pelanggan merupakan rencana reorganisasi utama perusahaan dan harus segera dimulai.

“Reorganisasi sukses Diperlukan dukungan semua pihak. Saya minta kerja sama yang sudah membuahkan hasil yang baik sebelumnya “.

Baca: Analisis Rencana Restrukturisasi Dana Nasabah Jiwasraya Melalui Nusantara Life

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Investasi Jiwasraya Farid A Nasution menyatakan aset perseroan pada akhir 2019 Statusnya tercatat Rp 18,13 ton. Sementara itu, status utang tahun anggaran 2019 adalah Rp 52,74 miliar. Nilai ekuitas telah tercatat minus 34,61 triliun rupee. Dia melanjutkan, laporan keuangan tersebut juga menggambarkan tingginya kewajiban Givaslaya akibat produk asuransi masa lalu. — “Ini tidak mencerminkan produk asuransi yang masuk akal. Karena itu memberikan tingkat bunga tetap tinggi yang dijamin,” Farid menyimpulkan.