JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Saat pandemi Covid19, Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan memberikan jaminan Idul Fitri selama Ramadhan dan mampu memuaskan masyarakat. Permintaan. Jaga harga wajar, seperti gula, minyak goreng, telur, ayam, tepung, bawang putih, dan bawang merah.

Melalui regulasi dan deregulasi kebijakan, banyak tindakan yang telah dilakukan, antara lain dikeluarkannya Permendag Nomor 27 Tahun 2020 yang mengeluarkan izin impor untuk impor bawang putih dan bawang merah (persetujuan impor dan pelaporan oleh para ahli). — Pembebasan otorisasi ditangguhkan hingga 31 Mei 2020 untuk menjaga ketersediaan bawang putih dan bawang putih impor selama keadaan darurat COVID-19 dan menjelang hari raya Idul Fitri 2020. , Penerbitan izin impor gula nabati, realokasi stok gula industri, penerbitan izin impor gula putih dan redistribusi stok gula rafinasi untuk menjaga pasokan gula di pasar. -Selain untuk memenuhi permintaan gula putih, pemerintah juga mewajibkan pabrik-pabrik gula nasional untuk mengolah gula pasir menjadi gula pasir putih (GKP), mengimpor GKP yang mengandung BUMN, dan mendistribusikan kembali persediaan gula rafinasi. Dikonversi menjadi gula yang bisa dimakan.

Argus menjelaskan usai rapat koordinasi terbatas (lakotas) dengan Presiden Yokowi pada September dan Desember 2019, hal itu mensyaratkan impor gula batu sebanyak 495.000 ton. Gula putih atau setara 521.000 ton raw sugar.

Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan 15 lisensi impor (IP), dengan jumlah total 520.802 ton gula. Pada tanggal 9 April 2020, 422.052 ton telah selesai dibangun atau mencapai 81,04%. -Kementerian Perdagangan juga telah menerbitkan 6 izin impor yang melibatkan 265.800 ton produk raw sugar, hingga periode impor Juni 2020 masih akan dikirimkan 135.640 ton. . Saat ini ada 43.650 ton yang bisa diajukan untuk pengajuan izin impor baru. RI “, kata Menteri Perdagangan dalam siaran persnya, Senin (27/4).