Dilaporkan wartawan Tribunnews.com, Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan nilai tukar rupiah saat ini terhadap dolar AS memang melebihi asumsi APBN. Menurut dia, level rupee mengalami kenaikan dari sebelumnya 16.000. Rupee telah dinaikkan menjadi Rs 14.400 saat ini. Pasalnya, Kementerian Keuangan juga berperan dalam kebijakan fiskal nasional. Tidak ada kasus positif Covid-19 di provinsi Indonesia ini- “Kementerian Keuangan sedang menguatkan rupiah karena kebijakan fiskal juga berpengaruh pada pergerakan nilai tukar rupiah. Dari segi keuangan, tentunya kita memahami bahwa hal tersebut bukan hanya disebabkan oleh Indonesia. Bank yang memutuskan, “ujarnya dalam rapat virtual Panitia DPR RI ke-11 di Jakarta, Rabu (6/5/2020). Akan mempengaruhi nilai tukar rupee dan dalam kasus pandemi Corona atau Covid-19.

“Tapi dalam hal ini, ketika aliran dana sangat cepat dan tiba-tiba, jika ada kelemahan, ini akan terjadi. Dia mengatakan lebih dari 100 miliar dolar AS telah melarikan diri dari negara-negara berkembang. Tahun 2008 Saat krisis keuangan global tahun 2015, tingkat kepanikan akibat Covid-19 bahkan lebih tinggi. Apalagi dibandingkan dengan situasi saat SARS terjadi pada 2003, “Sri Mulyani

BI menolak mencairkan uang kertas

dihadapkan pada virus corona. Karena dampak epidemi ekonomi (Covid-19), Bank Indonesia (BI) meyakinkan kami bahwa tidak akan mencairkan uang kertas.