Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Asosiasi Perusahaan Keuangan Indonesia (APPI) menyatakan perusahaan leasing akan mulai restrukturisasi hari ini (Senin, 30 Maret 2020). Veratno mengatakan, reorganisasi hingga saat ini sudah termasuk dalam tata cara pengajuan debitur dan nasabah. ) .

Bacaan: Pemerintah Diminta Tidak Pungut Biaya Sewa, Sopir Ojol Masih Diburu Penagih Utang

– Bacaan: Kios Disinfeksi Banyak Banyak, WHO Bilang Semprot Disinfeksi Resiko, Ini Diamankan Profesor ITS Pengingat-Seperti materi yang diserahkan, permintaan reorganisasi dapat dilakukan dengan mengisi formulir, yang dapat diunduh dari pejabat di tempat perusahaan keuangan. -Setelah itu, kembalikan formulir. Informasi yang diisi oleh debitur / klien tidak perlu pergi ke kantor perusahaan dengan masalah keuangan. Pelanggan hanya perlu kembali melalui email.

Selain itu, perusahaan keuangan akan memberi tahu persetujuan permintaan reorganisasi (pembebasan) lagi melalui email. Sesuai perjanjian pembiayaan, debitur ”kata Suwandi seperti dilansir Kompas.com pada artikel“ Leasing mulai menerima kelonggaran kredit, ini syarat dan ketentuannya. ”–Apa syaratnya?

Suwandi menjelaskan Dikatakan ada beberapa syarat bagi nasabah untuk meminta keringanan kredit, antara lain terkena langsung Covid-19, dana Covid-19 kurang dari Rp 10 miliar, dan pekerja di sektor informal atau pengusaha UMKM. .. Selain itu, debitur tidak gagal bayar sampai pemerintah Indonesia pertama kali mengumumkan virus corona pada 2 Maret 2020. Debitur adalah pemegang kendaraan atau jaminan, dan standar lainnya akan ditetapkan oleh induk perusahaan tan.

” Mengenai jenis restrukturisasi (keringanan) yang bisa kami usulkan, antara lain perpanjangan waktu, penundaan pembayaran sebagian dan / atau jenis restrukturisasi (keringanan) lainnya yang diberikan oleh perusahaan pembiayaan, ”jelas Suwandi.

Selain itu, Suwandi mensyaratkan agar tidak terkena virus corona. Para debitur yang terkena wabah terus mencicil dengan tali yang telah ditentukan.

“Agar terhindar dari denda dan nilai negatif dalam Sistem Informasi Keuangan (SLIK),” selingkuh dan semangatnya.