Laporan Reporter Tribunnews.com Hari Darmawan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan solusi untuk membayar lonjakan tagihan listrik akibat penggunaan listrik yang tidak diketahui. Yuddy Setyo Wicaksono, wakil presiden eksekutif bisnis dan layanan pelanggan PLN, mengatakan pelanggan dengan kenaikan tagihan listrik bisa membayar 60% dari tagihan listrik mereka dalam waktu tiga bulan.

“Uang muka tiga bulan itu kenaikan tagihan listrik karena kWh yang tidak tercatat pada April dan Mei,” kata Yuddy dalam percakapan virtual dengan Bisnis. com, Senin (08/06/2020). Menurut Yuddy, dalam tiga bulan pelanggan bisa membayar 60% tagihan listriknya, dan 40% sisanya akan dibayarkan pada Juni.

Baca: Anda tahu! Bagaimana tagihan listrik konsumen membengkak, PLN memberikan penjelasan ini

Yuddy mencontohkan, misalnya, tagihan listrik pelanggan 1 juta rupiah per bulan dari Januari hingga Maret, karena rata-rata cara registrasi meteran listrik adalah Dalam tiga bulan terakhir, pelanggan masih membayar tagihan listrik dari Maret hingga Mei, seperti tagihan listrik Januari-Maret yang Rp 1 juta.

Baca: Bank Bukopin Bilang Tarik ATM Okelah

Meski Tagihan Listrik Nasabah Maret-Mei 1,6 Juta Rupiah, Tetap Bisa Bayar Rp 600.000 Nasabah Derita Dengan Kelipatan 60% Pengeluaran akan meningkat 40% dalam enam bulan.

Bacaan: Terminal Tujuh Bus Jabodetabek Melayani Armada AKAP dan AKDP- “Jadi Bulan Juni Tagihan Listrik yang Dibayar Pelanggan Meningkat Dengan Kenaikan Rp 1.240.000, Karena 40% dari Rp 600.000 Itu dibayarkan pada bulan Juni yang 240.000, “lanjut Yuddy.

Pada saat yang sama, menurut Yuddy, tagihan listrik Rp bertambah 60% sisanya. 600.000, atau Rp. 360.000 akan dicicil dalam waktu tiga bulan pada bulan Juli, Agustus dan September. Catat saja, “kata Yuddy. Yuddy mengatakan hanya 6% dari 4,3 juta pengguna.

Lalu, untuk pengguna yang tumbuh 20% hingga 50%, Yuddy terus bertambah hingga mencapai 2,4 juta pengguna.

“Selain itu, kami terbuka bagi pelanggan untuk menyampaikan pengaduan melalui pos pengaduan kami atau menghubungi call center PLN. “Kami pasti akan memberikan informasi detail mengenai tagihan listrik dan pertumbuhan konsumsi konsumen, dan pelanggan akan mendapatkan informasi lebih detail mengenai tagihan listriknya,” kata Yuddy.