Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakinkan bahwa tahun ini, tunjangan kinerja (tukin) Instrumen Sipil Nasional (ASN) atau PNS dan TNI dan Polri tidak akan meningkat. Karena pandemi virus Corona (Covid-19), pemerintah telah mengurangi nilai pengeluaran karyawan sebesar 3,4 triliun rupiah.

Sri Mulyani mengatakan dalam konferensi video yang diadakan di Jakarta pada Kamis (30 April, 2020): “Pengeluaran karyawan telah berkurang 3,4 triliun rupee, karena kenaikan kinerja tidak akan meningkat.” Baca: Gratis PLN www .pln.go.id atau WA 08122-123-123 mengeluhkan pengurangan listrik 50% pada Mei 2020 – Baca: Sulawesi Barat meningkat sebanyak 4 kasus positif Covid-19 — -Informasi, tahun lalu, Sri ยท Sri Mulyani meningkatkan biaya pegawai negeri sipil dari 45% menjadi 90% secara keseluruhan karena realokasi anggaran untuk perawatan Covid-19. Namun pengeluaran pemerintah meningkat dari sebelumnya Rs 2.540,4 triliun menjadi Rs 2.613,81 triliun.

Informasi lengkap, pengeluaran pemerintah pusat telah mencapai 1851,1 triliun rupiah, dan telah ditransfer ke dana daerah dan pedesaan (TKDD) 852,93 triliun rupiah.

Anggaran pemerintah pusat mencakup pengeluaran tambahan 255,11 miliar rupee untuk menangani pandemi korona.

Kemudian dana anggaran meningkat dari Rs 307,2 triliun menjadi Rs 862,93 triliun, meningkat 180,9%.

Selain biaya personil, Sri Muliani juga menunda dan merealokasi pengeluaran beberapa kementerian / lembaga yang tidak terkait dengan respon COVID-19. Biaya-biaya ini termasuk anggaran perjalanan resmi, biaya pertemuan, honorarium dan biaya non-operasional.

Selanjutnya, Sri Mulyani mengatakan bahwa pengeluaran modal untuk proyek-proyek tertentu juga dapat ditunda atau diperpanjang.

Artikel ini dipublikasikan di Kompas.com dengan judul “Sri Mulyani Pastikan Tidak Ada Peningkatan Tunjangan Kinerja untuk Pegawai Negeri Sipil Tahun Ini”