Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Federasi Industri dan Perdagangan Indonesia (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Real Estate Indonesia (REI) melakukan penelitian bersama untuk mengoptimalkan industri real estate. Kekuatan pendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurut mereka, jika pemerintah memberikan porsi yang seimbang, industri real estate Indonesia masih berpotensi untuk berkembang.

Bagian perimbangan yang ditentukan oleh Kadin, Apindo dan REI adalah kebijakan komprehensif tentang pembiayaan, perizinan dan tanah, perpajakan, properti, dll.

Hendro Gondokusumo, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Properti, mengatakan status sektor real estate sangat erat kaitannya dengan sektor lain (backlink), dan mempengaruhi pertumbuhan sektor lainnya (backlink), sehingga sektor real estate berperan dalam pembangunan. Peran utama.

“Di antara 175 sektor industri yang terkait langsung dengan sektor real estate lainnya, total permintaan akhir industri real estate adalah 33,9%. Begitulah industri real estate menjadi Hendro pada Kamis (14/5/2020). Demikian disampaikan dalam konferensi pers virtual, menyumbang 33,9% dari departemen terkait.

“Kami berharap kedepannya departemen tersebut akan lebih menarik perhatian, apalagi jika tidak hanya terkait langsung dengan karyawan, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat. Apalagi dalam kata Hendro. Hendello juga mengatakan, dalam situasi saat ini, diperlukan optimalisasi arus industri real estate domestik saat krisis Covid-19. Potensinya. Kandungan industri real estate Indonesia mencapai 90% secara lokal, bahkan 100% untuk rumah sederhana. ” Tekankan bahwa revitalisasi ekonomi kita sangat strategis. – “Belum lagi peningkatan sektor informal yang juga terkena imbasnya, seperti sewa dan stan pekerja lapangan. Pekerja sangat terpengaruh. Dia bilang ini jumlah yang besar dan tidak main-main .

Perlu diketahui bahwa dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, kontribusi industri real estate Indonesia terhadap PDB masih sangat rendah.

Pada tahun 2019, kontribusi kepemilikan dalam negeri terhadap PDB adalah 2,77%, sedangkan Thailand dapat mencapai 8,3% dan Malaysia 20,53. %, Filipina 21,09%, dan Singapura 23 adalah 34%.