Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Manajemen Gojek menanggapi pengumuman seorang pengemudi ojek online yang diduga kabur saat proses observasi dan diduga terjangkit virus Covid-19 di RS Persahabatan. Marita, Head of Corporate Affairs Gojek, mengatakan dalam keterangan resminya hari ini Sabtu, 14 Maret 2020, dan itu tidak benar. Nila mengatakan, pihaknya telah memeriksa keberadaan pengemudi mitra yang terkena dampak.

“Informasi yang kami terima menunjukkan bahwa salah satu mitra pengemudi kami sedang dalam pengawasan karena ia diperintahkan untuk menghubungi orang lain yang terdiagnosis Corona COVID-19. Pasangan tersebut saat ini dalam isolasi Sedang menunggu hasil tes rumah sakit rujukan pemerintah, ”ucapnya. Nila menegaskan komitmen Gojek terhadap keselamatan dan keamanan selalu menjadi prioritas utama.

Oleh karena itu, setelah perusahaan memperoleh informasi dari departemen terkait, perusahaan juga harus menonaktifkan sementara akun pengemudi mitra. Sekalipun pasangan pengemudi tidak menunjukkan gejala penyakitnya, itu hanya untuk tindakan pencegahan. Ia menegaskan: “Kami akan rutin memantau status mitra hingga dikeluarkan pemerintah hingga instruksi lebih lanjut.” Baca: BREAKING NEWS Sekretaris Negara Pratikno: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dampak positif: Corona

Nila berkata, Gojek Akan selalu mengikuti pedoman pemerintah tentang perlakuan terhadap orang-orang yang bersentuhan dengan COVID-19, dan akan terus mendukung upaya pemerintah untuk mengantisipasi dan merespon penyebaran COVID-19.

Timnya Sosialisasikan informasi tentang COVID-19 secara rutin kepada mitra pengemudi, termasuk informasi tentang cara mencegah COVID-19 dan informasi tentang perlunya tetap waspada dan tetap sehat. Informasi tersebut ditransmisikan melalui berbagai saluran komunikasi, salah satunya adalah dengan menggunakan fungsi notifikasi aplikasi (in-app notification). Bekerja dengan berbagai pemangku kepentingan untuk terus melaporkan informasi tentang ekspektasi COVID-19. Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk waspada dan pandai, menyaring informasi yang disebarluaskan kepada masyarakat, dan menindaklanjuti dengan instansi pemerintah dan sumber resmi seperti pemerintah untuk memberikan perkembangan terkini terkait situasi tersebut, karena ini terkait dengan kehidupan masyarakat. “— Baca: Gubernur Anies Baswedan Memecat Sekolah DKI Jakarta Dua Minggu Sebelumnya, Jika Seorang Mitra Sopir Ojol (Gojek) Kabur dari Ruang Isolasi, Media Sosial pun Bersosialisasi Disiarkan luas di media. Rumah Sakit Persahabatan dikarantina karena diduga terinfeksi virus Covid19. Menurut Rumah Sakit Persahabatan, dr. Erlina Burhan mengakui setiap pasien yang mencurigakan dengan korona keluar dari ruang isolasi rumah sakit tanpa sepengetahuan polisi-pemerintah Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, pasien terduga virus Corona pulang ke rumah hanya karena tidak terdiagnosis dan kini sudah kembali ke rumah sakit, bangsal dirawat setelah perawatan kesehatan.