Laporan reporter Tribunnews.com Hendra Gunawan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ancaman krisis pangan global akibat pandemi Covid-19 semakin dekat, dan membutuhkan kerja sama yang kuat antar pemangku kepentingan yang berbeda. Kerja sama Kementerian Pertanian (Kementan) dan Bank Nasional Indonesia PT (Indonesia) (Persero) Tbk (BNI) secara khusus difokuskan pada pembentukan tempat penyimpanan gabah. Memasuki musim kemarau menjadi era adaptasi dengan kebiasaan baru, ketersediaan pangan menjadi perhatian utama pemerintah. Oleh karena itu, sektor pertanian harus terus dikelola dengan baik untuk meningkatkan produktivitasnya. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga mengunjungi lapangan untuk memastikan seluruh wilayah nusantara siap mengelola dan menjaga ketahanan pangan.

Kali ini, pekerjaan Menteri Pertanian (pengrajin) ada di Provinsi Pulau Bangka Belitung. Tujuan Punk adalah memastikan bahwa bahkan selama pandemi Covid-19, pertanian, sektor yang penting, dapat mempertahankan dan meningkatkan hasilnya. Sebagai mitra pendukung Program Pertanian Nasional, BNI mendukung rangkaian kegiatan pengelolaan ketahanan pangan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian di Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka bagian selatan dengan mendanai ekosistem pertaniannya. -Menyediakan pembiayaan di sektor pertanian untuk Kredit Niaga Rakyat (KUR). BNI juga memberikan pendampingan, pelatihan dan pengembangan untuk seluruh sektor pertanian. Wujud nyata dari dukungan BNI di bidang pertanian adalah melalui pengelolaan wirausaha pertanian, promosi kegiatan pertanian 4.0 (smart pertanian) serta penyerapan padi-padian dan kegiatan lainnya. Rangkaian rencana BNI ini merupakan komitmen kepada pemerintah untuk mendukung “ketahanan pangan nasional” yang merupakan bagian dari National Economic Recovery Plan (PEN). Salah satu bentuk dukungan BNI terhadap rencana ketahanan pangan nasional adalah wujud simbolis penyerahan KUR Tani BNI kepada petani Bangka Belitung akhir pekan lalu sebagai wujud nyata rencana BUMNbangkitUMKM. Muspida lokal dan pemangku kepentingan berpartisipasi dan berkontribusi pada sektor pertanian. Kegiatan ini menitikberatkan pada pengembangan sektor pertanian khususnya pemanfaatan lahan dan peningkatan produksi. Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pemerintah memiliki harapan besar terhadap sektor pertanian yang diharapkan bisa berkembang lebih jauh lagi akibat pandemi Covid-19. Menteri Pertanian juga optimistis sektor pertanian juga bisa berkontribusi untuk kegiatan ekspor. KUR dapat dialokasikan untuk sektor pertanian dengan dukungan semua pihak termasuk sektor perbankan. Dengan suku bunga rendah, syarat sederhana dan cara pembayaran melalui sistem yang sederhana, KUR dapat memberikan manfaat bagi petani, terutama untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Harapannya, petani bisa memiliki opini yang lebih baik dari segi skala ekonomi. Ia melanjutkan: “Pemerintah mendorong pemerataan petani Kurdi secara maksimal agar petani di seluruh negeri bisa sejahtera melalui pertanian.” Di saat yang sama, Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengungkapkan hal itu saat terjadi pandemi. Dalam kurun waktu tersebut, hampir semua sektor terdampak, dan sektor pertanian meraih kemenangan dan terus tumbuh positif, termasuk produk ekspornya. . Oleh karena itu, BNI semakin aktif berkontribusi di sektor pertanian sesuai peran dan tanggung jawab yang ada, ”ujarnya. Peran BNI terlihat dari perluasan ekspansi KUR di sektor pertanian (termasuk pada saat pandemi). Terutama Untuk Provinsi Bangka Belitung, Kementerian Pertanian India membayar Rp 20,9 miliar kepada 168 debitur di sektor pertanian.Sementara itu, dari Januari 2020 hingga 31 Juli 2020, di sektor pertanian Kuomintang, BNI membayar 86.992 debitur mengalokasikan Rp 2,73 miliar. Ia mengatakan: “BNI mendukung pertumbuhan sektor pertanian, salah satunya dengan mempercepat penyaluran KUR di sektor pertanian. “Selain menggunakan cluster untuk seluruh bahan baku di sektor pertanian, optimalisasi agen penyaluran pupuk46, dan kerjasama dengan start up smart pertanian, BNI terus melakukan inovasi melalui pembiayaan digital, khususnya melalui BNI Move. Aplikasi pertanian “BNI MOVE Pertanian dapat memenuhi permintaan pasar khususnya kebutuhan petani (UMKM)Sesuai dengan kebutuhan pemerintah terhadap DigiKU dan rencana pemulihan ekonomi nasional, tutup Herry. BNI MOVE Pertanian diusulkan sebagai solusi pembiayaan sektor pertanian untuk mendukung ketahanan pangan negara, yang merupakan bagian dari rencana pemulihan ekonomi yang dapat merevitalisasi seluruh aspek pertumbuhan ekonomi negara.