Reporting Tribunnews.com reporter Seno Tri Sulistiyono

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-anggota komite DPR Andre Rosiade (Andre Rosiade) menyoroti serangkaian langkah-langkah untuk mensubsidi perlakuan Covid 19 terhadap non-UMKM yang terkena dampak Bunga pinjaman. Dikembangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Andre mengatakan bahwa meskipun anggaran terbatas, pemerintah harus memberikan prioritas untuk menggunakan anggaran nasional.

“Anggaran kami terbatas. Mulai dari Perppu 1/2020, anggaran untuk merangsang peningkatan ekonomi hanya 150 triliun rupee. Jika angka ini dipecah, itu hanya akan digunakan untuk restrukturisasi dan subsidi suku bunga untuk pelanggan UMKM.” Ini masih kurangnya. Jadi di mana anggaran subsidi bunga untuk sektor non-UMKM? “Andre mengatakan kepada media di Jakarta, Kamis (7 Mei 2020).

Baca: Pemerintah dan parlemen sepakat untuk menyiapkan langkah-langkah stimulus UMKM untuk mempromosikan pengembangan sektor entitas — Baca: Ketua menyerukan agar tidak ada PHK langsung Perusahaan mengambil langkah-langkah stimulus, André André meminta sektor non-UMKM untuk menggunakan anggaran subsidi bunga untuk tidak mengumpulkan dari asosiasi. Bank milik negara (Himbara) memindahkannya untuk menjaga likuiditas sektor perbankan .- “Saya harap ini tidak akan terjadi, dalam pengetatan anggaran Dalam keadaan demikian, bank sehat Himbara bertanggung jawab untuk mendukung rencana divestasi, “kata Andre.

Sebelumnya, OJK menyatakan bahwa kebutuhan restrukturisasi berbagai departemen UKM diharapkan mencapai 769,51 miliar rupee.

Sebenarnya Di atas, seperti diketahui dalam Perppu 1/2020, pemerintah hanya menganggarkan rencana stimulus melalui alokasi tambahan Rp405 triliun dari anggaran negara.

Anggaran telah digunakan hingga Rp150 triliun. Rencana pemulihan memiliki jaminan sosial bersih sebesar Rp101 triliun, imbalan bagi pekerja kesehatan sebesar Rp75 triliun, dan dukungan industri sebesar Rp70,1 triliun.