Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kontraktor dengan kebutuhan komersial diperbolehkan menggunakan pesawat komersial.

Namun, Adita Irawati, juru bicara Kementerian Transportasi, mengatakan bahwa tidak semua pengusaha dapat naik untuk tujuan bisnis. -Untuk perusahaan yang berwenang menggunakan pesawat terbang, perusahaan yang bergerak di industri logistik.

Baca: Pengusaha Kecewa, Kelompok Kerja Pemerintah Covid-19 DPR Impor Jamu dari China

Baca: Pekerja Selandia Baru Bekerja Lagi, Harus Terus Jaga Kebersihan dan Registrasi Orang yang Diundang Berinteraksi

Baca : Menjawab pertanyaan tentang berapa rupee yang diberikan Pak Somad kepada istrinya untuk penghasilannya? Materi Sekolah Menengah TVRI- “Pengusaha boleh naik pesawat. Yang dimaksud pengusaha di sini adalah barang atau logistik yang dibutuhkan untuk kegiatan sosial, termasuk makanan, alat kesehatan, dan peserta niaga,” kata Adita. Mengatakan dalam sebuah pernyataan. Pernyataan tertulis, Senin (27 April 2020).

Adita lebih lanjut menjelaskan hal tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi pada Musim Pulang Lebaran Idul Fitri 1441 H untuk mencegah penyebaran Covid-19. -Menurut peraturan ini, pemerintah melarang angkutan umum dan mobil pribadi masuk dan masuk zona merah Covid-19, atau telah menerapkan pembatasan sosial skala besar (PSBB).

“Pengangkutan barang atau logistik memang bisa dikecualikan dari Adita. Kata:“ Angkutan pribadi dan umum untuk sementara dilarang mengangkut penumpang. “Dulu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Budi Karya Sumadi) mengatakan pengusaha di perusahaan boleh bepergian lewat jalur udara niaga.

Karena pemerintah sudah mendapat komentar dari para pengusaha, mereka menuntut Mereka masih dapat melanjutkan perjalanan dengan pesawat setelah larangan yang diberlakukan oleh rekan-rekan mereka.

“Saya perhatikan bahwa Mongolia mengizinkan pengusaha untuk naik ke pesawat. , Tapi prosedur sanitasi harus ketat. Kata Budi Karya (Budi Karya) usai rapat terbatas dengan Sekjen PBB Jokowi (27/4/2020). Klarifikasi transportasi b. Seorang pengusaha yang bisa terbang