JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Pertanian (Sabaya) menghancurkan 1,5 ton biji sesawi Cina dari Korea Selatan melalui Biro Karantina Pertanian Surabaya.

Biji mustard putih Rp 1,2 miliar dihancurkan karena bakteri yang dikandungnya termasuk dalam kategori A1 atau belum ditemukan di Indonesia.

Menurut hasil Laboratorium Karantina Pertanian Surabaya, bakteri yang ditemukan adalah Pseudomonas Pseudomonas A1 dan Pseudomonas schnitzel A2.

Baca: Upaya Kementerian Pertanian untuk mengembangkan industri obat herbal dihargai-Baca: Kementerian Pertanian 2020 Musrembang Pertanian membahas 6 rencana penanaman utama- “Alasan kepunahan P. viridiflava belum ditemukan di Indonesia, sehingga tidak dapat menjadi kepala karantina pertanian di Surabaya, Indonesia. Musyaffak Fauzi mengatakan dalam sebuah pernyataan: Resmi, Jumat (17/6/2020).

Katanya, biji sawi putih Keberadaan mikroorganisme pme sangat mengancam pertanian Indonesia, khususnya tanaman hortikultura.

Produk ginseng dalam negeri dimusnahkan di PT. KSI Kediri terbakar. Musyaffak mengatakan produk yang masuk ke dalam negeri harus lolos uji sebelum digunakan. –Dia menjelaskan bahwa dalam proses pemasukan bibit sawi putih ke Indonesia perlu dipenuhi beberapa persyaratan, yaitu mendapatkan izin impor dari Menteri Pertanian. -Surat tersebut harus disertai dengan Phytosanitary Certificate (PC) yang merupakan otoritas karantina negara asal. Jaminan untuk memastikan produk bebas dari penyakit tanaman dan hama serangga.

“Sampai saat ini kami periksa Mousafak lagi dan berkata:” Hama masih ditemukan, proses kami saat ini (musnahkan). ” Sebelum ini, Departemen Pertanian juga membersihkan dan menghancurkan jamur enoki yang diproduksi oleh perusahaan makanan Sun Hong Foods and Green Co. Korea Co, Ltd

Penghancuran dilakukan melalui Sistem Peringatan Cepat Pakan dan Makanan (INRASFF) Insiden Abnormal Indonesia (KLB) menurut informasi dari Otoritas Keamanan Pangan Internasional (INFOSAN). Dari Maret hingga April 2020, Am erika di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia mengonsumsi jamur enoki Korea.

Jamur Enoki dari Korea Selatan diyakini terkontaminasi oleh Listeria. Bakteri ini dapat menyebabkan listeriosis dan menyebabkan kematian akibat penyakit, terutama pada kelompok rentan, balita, wanita hamil dan orang tua.

Artikel ini aslinya diterbitkan di Kompas. Judul comnya adalah “Bakteri, Korea Selatan Hancurkan 1,5 Ton Biji Sawi”