Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Wilayah Bogor adalah salah satu sentra produksi untuk budidaya ikan hias, termasuk 607 nelayan (RTP) di sektor komersial. Produksi ikan hias Bogor meningkat dari 24,252 juta pada 2015 menjadi 29,044 juta pada 2019.

Di sisi lain, ekspor ikan hias oleh perusahaan ekspor yang beroperasi di wilayah Bogor menurun secara signifikan selama 2018-2019, sehingga diperlukan inovasi dan terobosan baru.

Menanggapi masalah ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah meluncurkan platform layanan resmi melalui Biro Karantina Ikan, Kontrol Kualitas dan Keamanan Produk Perikanan (BKIPM) untuk mensertifikasi kontrol kualitas bergerak (KIPM) karantina ikan (Android) .

Berkat inovasi ini, layanan dapat diakses dengan cepat dan mudah, dan biaya dan waktu dapat dikurangi.

Layanan ini bertujuan untuk mendorong usaha kecil dan menengah dalam ikan hias untuk meningkatkan transaksi bisnis mereka di seluruh Indonesia. Peluncuran ini dilakukan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat rapat kerja teknis dengan BKIPM di Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/2/2020). – “Layanan ini sejalan dengan pengembangan masyarakat dan persyaratan untuk layanan sertifikasi. Layanan sertifikasi dapat memenuhi kebutuhan transaksi komersial melalui e-commerce atau pasar.” — KKP juga akan mendorong berbagai produk mulai dari makanan hingga peralatan perikanan teknis Berbagai produk perikanan diproduksi oleh perusahaan perikanan untuk penjualan yang lebih luas melalui e-commerce atau pasar online.

“Di masa depan, KKP akan meningkatkan komunikasi dan hubungan dengan semua pemangku kepentingan, melakukan penilaian kebijakan, menyederhanakan, mendapatkan modal, dan melindungi dan meningkatkan kehidupan perikanan tangkap, termasuk perdagangan ikan hias. Akuakultur juga akan dioptimalkan untuk menyerap Bekerja.

Rina, kepala BKIPM mengungkapkan bahwa platform layanan dapat diakses melalui aplikasi mobile (Android), dan output dokumen dan barcode dapat langsung dihubungkan (ditautkan) ke departemen implementasi teknis (UPT) yang bertanggung jawab atas area target Rina berkata: “Pertama-tama, untuk mencapai model layanan ini. Untuk transportasi domestik, terutama ikan hias, ikan ini menggunakan layanan pengiriman paket kecil melalui JNE, TIKI, JNT dan jasa kurir Pos Indonesia. “