JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Upaya penyelamatan PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) telah memasuki babak baru.

PT Bosowa Corporindo, salah satu pemegang saham bank Bukopin, mengancam akan menuntut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di pengadilan. – Komisaris Utama Bosowa Corporation, OJK mengomentari Erwin Aksa (Erwin Aksa), tidak konsisten dalam mengadopsi kebijakan terkait perlindungan tahapan bank Bukopin. Ekonom Indonesia: Penyelamatan Bank Bukobin Makin Penting

baca: Put V Bank Bukobin Dapat Pernyataan Sah dari Panitia Penyelenggara Olimpiade

Owen mengaku sudah menerima BOCOG Surat bantuan teknis tertulis tanggal 9 Juli 2020 terkait penjaminan bank Bukopin.

Dalam surat itu, OJK meminta Bosowa untuk memberikan tim bantuan teknis PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) untuk membantu pertemuan umum yang luar biasa. BBKP (RUPSLB) .- Salah satu mata acara RUPS, PSLB, adalah rencana BBKP yang bertujuan untuk merealisasikan tambahan modal tanpa memberikan surat berharga pra pembelian (PMTHMETD) atau hak private placement.

Nah, selama RUPSLB BBKP nanti, OJK meminta Bosowa untuk menyetujui penempatan pribadi melalui kekuatan khusus dari tim bantuan teknis BIS, dan semua saham baru yang dikeluarkan oleh BBKP akan dibeli oleh KB Kookmin Bank Co Ltd (salah satunya). Pemegang saham BBKP Menanggapi surat OJK 9 Juli, Erwin menilai otoritas tidak konsisten dalam menjalankan kebijakan. Karena sebelumnya, Kementerian Kehakiman Jepang telah mengirim surat dari 10 hingga 11 Juni, yang isinya termasuk memberikan bantuan teknis untuk inisiatif “Belt and Road”.

Namun, dalam surat tanggal 16 Juni, OJK kembali mengirimkan surat yang intinya meminta KMT untuk menurunkan tim technical support di BBKP. Owen mengatakan kepada kontan.co.id pada hari Selasa: “Kami menolak surat OJK pada 9 Juli karena tidak sesuai dengan surat 10 Juni, 11 Juni, dan 16 Juni.” (21/07).