Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan selama pandemi virus Corona atau Covid-19, industri perbankan tidak mengalami kendala likuiditas. Wimboh Santoso, komisaris dewan direksi OJK, mengatakan rasio kecukupan modal (RCA) industri perbankan cukup tinggi dan diharapkan pertumbuhan kredit akan meningkat dari 7% menjadi 9% pada 2021. Baca: Dengan Produk Ganda dan Harga Bersaing, Inilah Alasan Tidak Mungkin Daihatsu Mengungguli Penjualan Toyota- “Jika Kami Memiliki Modal Yang Cukup, Kami Akan Simulasikan Pertumbuhan Kredit Sekitar Rp 50-600 Miliar di 2021 Dengan asumsi tidak ada suntikan modal baru, maka rasio kecukupan modal hanya turun 2% dibandingkan 22%, ”ujarnya. Dia mengumumkannya dalam pertemuan dengan Komite Kesebelas Republik Demokratik Rakyat. , Senin (22/6/2020), menurut dia, rasio di atas 20% masih jauh di bawah persyaratan minimum yaitu 12%, dan berbagai buffer berkisar antara 14% hingga 15%. – “Likuiditas oke. Nah, bahkan tidak ada modal, tapi tidak ada permintaan kredit? Orang-orang tidak ada konsumsi, artinya kredit konsumer belum meningkat,” kata Wimboh. Jika tidak ada permintaan, maka kegiatan bisnis tidak akan dilakukan di sisi bisnis. Ia menyimpulkan: “Bagaimana membeli mobil, sepeda motor.