Laporan wartawan Tribunnews.com Hari Darmawan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membenarkan bahwa Idul Fitri masih belum diperbolehkan pulang ke Tanah Air, dan regulasi soal itu belum ada perubahan. — Hal itu dikemukakan Budi Setiyadi, Dirjen Perhubungan Darat, yang mengatakan pulang ke China tetap dilarang.Meski pemerintah mengizinkan operasi angkutan terbatas selama wabah Covid-19, Kementerian Perhubungan tetap saja Minta masyarakat untuk tidak pulang. Budi mengatakan dalam keterangannya, Minggu (5 Mei 2020), pulang kampung masih dilarang.

Ia menambahkan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran dari Dirjen Perhubungan Darat untuk menangani tugas pokok tersebut. Sediakan fasilitas atau kendaraan, pastikan hanya sejumlah kecil kendaraan yang boleh beroperasi, dan hanya 50% dari kapasitas yang ada yang dapat diangkut dalam satu kendaraan.

Budi menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan (SE) untuk mengatur secara jelas pelaksanaannya, sesuai Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2020, tentang Pengendalian Transportasi sekaligus mencegah penyebaran Covid-19, dan Menteri Nomor 25 Tahun 2020 Regulasi, terkait pengendalian transportasi pada masa kepulangan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, Upeti Idul Fitri Hijriah 1441- “Selain instalasi, kami juga Fasilitas lain seperti infrastruktur, termasuk stasiun terminal, terminal kedatangan dan keberangkatan akan diatur, harus sesuai dengan protokol kesehatan dan setiap kendaraan sebelum dan sesudah digunakan. Disinfektan disemprotkan, ”kata Budi. Seperti yang saya sebutkan, mudik masih dilarang, tapi sesuai surat edaran CEO Covid-19 Processing Acceleration Working Group, kita biarkan orang-orang yang tertarik », sambungnya. Bagi Budi, pihaknya juga bekerja sama dengan polisi yang diawasi oleh polisi. Kegiatan masyarakat tersebut jika tidak memenuhi pengelolaan administrasi yang dipersyaratkan oleh pemerintah.

Selain itu, SE yang akan dilepas bersama masyarakat ini akan menjadi pedoman bagi pengguna angkutan jalan raya untuk menghindari penyebaran Covid-19.