Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Karena dampak virus korona atau Covid-19, tingkat hunian ratusan hotel di Indonesia telah menurun tajam, yang cepat dan cepat. Ratusan hotel telah ditutup sementara.

Baca: Perdagangan minyak dan gas global sedang lesu, Pertamina masih memastikan ketersediaan pasokan energi domestik

bahkan sesuai dengan tingkat hunian hotel saat ini di Indonesia, Angegua, wakil ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Anggawira juga mengatakan sudah di bawah 9%. Anggawira mengatakan rantai hotel tertutup dapat digunakan sebagai tempat bagi orang-orang di bawah pengawasan (ODP) dan pasien di bawah pengawasan (PDP) untuk Covid-19.

Dia memberi pemerintah solusi yang dapat mengoperasikan ratusan karantina mandiri Covid closed-19 hotel, karena banyak rumah sakit rujukan tidak dapat lagi menampung.

Menurutnya, jaringan hotel ditutup, dan tidak ada pelanggan yang dapat digunakan pemerintah, dan rantai pasokan makanan dapat diperoleh dari pedagang makanan yang omsetnya turun tajam.

“Jadi, ekosistem perusahaan masih hidup, dan dana manajemen Covid-19 dapat dialokasikan melalui mekanisme ini untuk menjaga bisnis tetap berjalan,” kata Angajira, yang menulis di Jakarta, Kamis (4/4/2020) Tao. — -Anggawira selanjutnya mengatakan bahwa pemerintah pusat membayar hibah kepada pemerintah daerah (pemda) untuk melawan dampak Covid-19 dalam bentuk hibah sebesar US $ 3,3 triliun dari rupiah Indonesia.

Baca: Kasus Covid-19 DKI Jakarta: Sebanyak 909 orang, 54 orang pulih, 95 orang meninggal-Anggawira melanjutkan bahwa dana ini dapat disumbangkan ke pemerintah daerah untuk disewakan Subsidi yang dibayarkan oleh hotel dan kemudian intervensi pemerintah dapat mencapai ratusan dolar. “Oleh karena itu, kami telah memberikan solusi kepada pemerintah, ia menyimpulkan:” Karena terbatasnya kapasitas rumah sakit berantai, rantai hotel digunakan untuk mengisolasi orang yang diduga Covid-19. “