JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Tren belanja online yang berkembang di tengah wabah Covid-19 berdampak positif bagi usaha mikro dan kecil (UMKM) yang membuka barak pada platform e-commerce digital. – Pelaku komersial berupaya memanfaatkan hal tersebut melalui dukungan finansial Perluasan skala perusahaan telah meningkatkan momentum perkembangan perusahaan, termasuk Kredit Komersial Rakyat (KUR) yang kini dapat diakses secara online melalui mitra e-commerce.

Renica (33), peserta UMKM, berlokasi di Bokar, Jerman Barat.Jawa berencana untuk memperluas bisnisnya berdasarkan peningkatan penjualan online selama pandemi korona.

Memperhatikan pertumbuhan potensi penjualan online, dalam 5 bulan terakhir, Renica memutuskan untuk membuka booth bernama Axel’s Room di Shopee. — “Penjualan sedang meningkat, terutama selama Ramadhan dan Ramadhan. Kemarin, Idul Fitri. Bisnis saya masih di rumah, jadi saya berencana membangun toko di rumah atau menggunakannya sebagai dana tambahan untuk menghasilkan uang, jadi saya tidak sekedar Andalkan Internet, “katanya. Renica mengatakan dalam kontak baru-baru ini.

Misalnya, Renica sedang merenovasi rumah untuk mengembangkan bisnisnya. Sebagai point of sale, Renica mengaku membutuhkan modal ventura.

Perlakuan seperti ini, keluarga beranggotakan tiga orang ini mendapat pemberitahuan dari Shopee berupa pinjaman KUR yang diberikan secara online melalui BIS.

“Saya langsung cari kuotasi. Prosesnya sangat cepat dan BRI menghubungi saya secara online. Setelah melengkapi persyaratan dan verifikasi, saya mengetahui bahwa permintaan éKUR diterima,” kata Renica yang mengaku sudah lama menjadi nasabah Bank BRI.

Dana pinjaman KUR dengan jangka waktu satu tahun menjadi suntikan modal bagi Renica untuk mengembangkan bisnis toko online-nya.

Dia menjual berbagai produk pakaian di toko online Ruang Axel.