Reporter Tribunnews.com melaporkan, Reynas Abdila-TRIBUNNEWS.COM, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Jakarta Teten Masduki mengatakan, pemerintah saat ini sedang mendorong e-commerce untuk mengutamakan produk lokal UMKM. Perdagangan elektronik. Saya mendorong teman-teman e-commerce saya untuk membuat halaman khusus produk UMKM, “kata Menko dalam wawancara virtual di Jakarta, Senin (6 Juni 2020). Ia, halaman khusus produk UMKM lokal ini menghilangkan produk impor.

Baca: Menteri Teten dorong pedagang UMKM untuk mulai beradaptasi dengan pasar online

Baca: Kerja sama Kemenkop dengan platform e-commerce menuai kritik. Ini Tanggapan Teten- “Hanya saat produk impor mendominasi Jangan lakukan ini sebelumnya. Bagaimana bisa produk impor ini bisa 40% return, karena UMKM produk lokal, sekarang pemerintah sudah mengadopsi kebijakan fiskal, “imbuh Tetten. Koperasi berharap semua produk UMKM bisa masuk ke halaman ini dan perlahan mulai menggantikan yang dominan. Produk impor di halaman pasar.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah juga mempercepat penerapan praktik bisnis digital oleh UMKM di Covid-19.

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Pada masa epidemi tersebut, pelaku UMKM menghadapi masalah pemasaran yaitu permintaan dari berbagai departemen menurun tajam.

“Digitalisasi KUMKM menjadi kunci pemulihan ekonomi, karena hanya 13% UMKM yang terhubung secara digital. Karenanya, Kementerian Koperasi dan UKM akan mempercepat proses transisi UMKM ke digitalisasi.

Menteri Koperasi telah mengadopsi berbagai kebijakan untuk mempercepat transisi UMKM menuju digitalisasi, termasuk fokus pada program pelatihan.KemenkopUKM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan KUMKM terkait digitalisasi.Salah satunya dengan mengunjungi www .edukukm.id dan seri podcast.

Selain itu, Smesco sedang melakukan program pendampingan untuk membantu KUMKM bersaudara, Teten mengatakan: ‚ÄúPeserta KUMKM bergabung dari offline menjadi online. “Rencana langsung lainnya adalah bisnis orang membantu toko bahan makanan beralih dari offline menjadi online. Ia mencontohkan, KemenkopUKM mendorong KUMKM untuk dapat mengoptimalkan pemasaran online agar pelaku usaha tetap dapat menjaga efisiensi produksi dalam situasi pandemi, yang tidak memungkinkan Anda untuk melakukan aktivitas perdagangan secara langsung.