Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) telah memutuskan untuk memberikan diskon kepada pelanggan sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

Ini adalah arah kebijakan bank dan pemulihan ekonomi nasional pemerintah untuk orang-orang yang terkena dampak pandemi virus korona (Covid-19).

Ahmad Reza, Sekretaris Jenderal Mandiri Syariah, mengatakan bahwa perusahaan telah membuat beberapa rencana khusus untuk memberikan layanan kepada pelanggan yang terkena dampak.

“” Pandemi Covid-19 menimbulkan tantangan bagi dunia bisnis, termasuk bank, pelanggan, dan masyarakat “, kata Reza di Jakarta, Senin (30 Maret 2020). Bank Dunia akan memberikan informasi berdasarkan POJK No. .11 / POJK.03 / 2020 Kebijakan preferensi diberikan kepada pelanggan, menggunakan stimulus ekonomi nasional sebagai kebijakan kontra-siklus yang mempengaruhi penyebaran penyakit coronavirus.

POJK berlaku dari 13 Maret hingga 31 Maret 2020 , 2021. Ketentuan tersebut menetapkan bahwa bank dapat menyediakan alat pembiayaan yang longgar untuk pelanggan yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Bentuk pinjaman adalah pembayaran tertunda dan / atau pengurangan margin atau pembagian keuntungan untuk jangka waktu tertentu, dan Kondisi harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi. Departemen, standar dan kondisi pelanggan, dan merujuk pada peraturan FSA pada saat yang sama.

Baca: Karena pandemi virus korona, tiga film dibintangi Astr Welas (Astr Welas) Itu harus ditunda-Membaca: Rumor mengatakan bahwa Griezmann adalah korban pemboman Inter Milan, tetapi ditujukan ke bagian belakang Barcelona 7 – Membaca: Ikan itu mati di depan umum, Irfan Hakim merasa setelah mengetahui bahwa karyawan itu telah mengundurkan diri Terkejut

Mandiri Syariah mengatakan bahwa Reza sekarang terus secara aktif berkomunikasi dengan semua pelanggan dan memetakan bidang ekonomi yang rentan terhadap korona.

Selain itu, beberapa mekanisme telah disiapkan, termasuk untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) keringanan hutang.

“Beberapa mekanisme yang terkait dengan kebijakan ‘relaksasi (relaksasi) atau’ relaksasi ‘juga telah disiapkan. “Atur kembali kewajiban pelanggan, terutama perusahaan kecil dan menengah atau pengaturan pembayaran angsuran atau bagi hasil atau keuntungan,” Reza.

Ini sangat diperlukan bagi orang yang terkena mahkota. Sambil menjaga kepentingan para penabung dan keberlanjutan ekonomi di masa depan, kami juga telah melakukan pekerjaan ini. “Insya Allah, kami akan terus bersatu dan membantu pelanggan kami menghadapi situasi ini, dan kami berharap kami bisa mengatasi semuanya,” kata Reza.