Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Maskapai anggota Lion Air Group yaitu Batik Air (kode penerbangan ID), Wings Air (kode penerbangan IW) dan Lion Air (kode penerbangan JT), akan menghentikan sementara operasi penerbangan lagi mulai 5 Juni mendatang. 2020. — Tidak hanya penerbangan domestik, tetapi tiga maskapai penerbangan yang diselenggarakan oleh Lion Air Group akan menghentikan sementara penerbangan internasional berjadwal.

“Penghentian ini dijadwalkan pada 5 Juni 2020 hingga pemberitahuan lebih lanjut,” kata Danang Mandala Prihantoro, strategi komunikasi korporat Lion Air Group.

Keputusan untuk menghentikan sementara operasi penerbangan didasarkan pada penilaian operasi penerbangan sebelumnya. Sebelumnya, Lion Air Group menghentikan operasinya pada 27 Mei 2020, lalu melanjutkan kembali pengangkutan penumpang komersial pada Senin (6 Januari 2020).

Selama periode shutdown, manajemen membuat kesepakatan sosialisasi tentang persyaratan yang harus dipenuhi penumpang. Akselerasi Masalah Kesehatan yang Dikeluarkan Kelompok Kerja Manajemen Covid-19.

Baca: Surat Pemberhentian Tengah Malam, 181 Pilot Kontrak Garuda Indonesia Kehilangan Pekerjaan-Dalam Permintaan, Calon Penumpang Harus Masuk Daerah yang tidak memiliki RT-PCR atau fasilitas pengujian cepat harus menunjukkan dokumen atau bukti tidak adanya Covid-19, dan sertifikat tidak adanya gejala seperti flu. -Membaca: RP. Ada 1 juta token listrik dalam dua hari, Gigi Omeli Direktur PLN: Selesai, di sini di Kalmmuru. . .

Sesuai dengan mandat lembaga, lengkapi kartu peringatan kesehatan elektronik (e-HAC) sebelum berangkat.

Berdasarkan hasil evaluasi, ditemukan banyak calon penumpang yang tidak dapat melakukan perjalanan melalui udara karena tidak memenuhi persyaratan. Integritas dokumen dan pengaturan ditentukan selama waspada pandemi Covid-19.

Bacaan: Istri juga dibawa oleh Panitia Pemberantasan Korupsi, dan tersangka korupsi MA Nurhadi dan putranya dibawa pergi pada malam hari. Batch C1- “Setelah Lion Air melakukan operasi udara sebelumnya, grup tersebut harus menjaga dan memastikan kesehatan fisik dan mental semua karyawan,” kata Da Nang. Setahun setelah kejadian, keempat anak dari janda pembunuh tersebut ternyata adalah pasangan suami istri — manajemen belum bisa memastikan kembalinya Lion Air Group.