Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila (Reynas Abdila) melaporkan-UPP Departemen Pekerjaan Umum dan Perumahan Direktur Infrastruktur Keuangan Eko Djoeli Heripoerwanto Jakarta (TRIBUNNEWS.COM) mengatakan cadangan infrastruktur Indonesia masih tertinggal di belakang PDB Negara-negara lain. Eko mengatakan dalam webinar pada Sabtu, 11 November 19: “Data 2019 Bappenas menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur Indonesia sebagai persentase dari PDB telah meningkat dari 35% pada 2015 menjadi 43% pada awal 2019.” 2020 .

Baca: Proyek Gudang Makanan Menteri UPPR meningkatkan jaringan irigasi lahan yang ada- “Perbaikan masih jauh dari mencapai target persediaan infrastruktur rata-rata 70% di negara lain,” kata Eko. – Daya saing infrastruktur Indonesia masih lebih rendah dari Cina, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Untuk mengejar keterlambatannya, dia percaya bahwa Indonesia harus giat mengembangkan dan mendistribusikan secara merata.

Di era normal baru, juga sangat penting bagi kita untuk bersama-sama mencari pembiayaan infrastruktur alternatif. Eko menjelaskan.

Dia menjelaskan bahwa dalam lima tahun terakhir, pencapaian APBN telah menyediakan infrastruktur yang stabil dengan pertumbuhan yang terus meningkat. Pertumbuhan PDB.

Namun, secara proporsional, alokasi APBN hanya Dapat mencapai sekitar 30 tahun.%, Atau Rp623 triliun, tetapi sebenarnya ada kesenjangan pendanaan 70% atau Rp1,435 triliun.

Baca: Ketika indeks regional Asia naik ke tingkat yang lebih tinggi, sektor infrastruktur akan Menjadi beban IHSG – perlu untuk mencapai visi PUPR 2024, “katanya, departemen UPPR berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur dengan cara yang tidak ditentukan. “

Seperti kita ketahui, investasi yang dibutuhkan oleh Kementerian UPPR dari 2020 hingga 2024 adalah 20.580 miliar rupiah, termasuk 577 miliar rupiah untuk sumber daya air, 573 triliun rupiah untuk jalan dan jembatan, dan 128 triliun rupiah untuk penyelesaian. Poin dan perumahan Rp780 triliun.