JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Nilai tukar rupee terhadap dolar AS menguat hari ini.

Kamis (26/3) patokan nilai tukar rupee terhadap kurs spot dollar antar bank Jakarta (Gisto Rp16486 / USD.

“Rupee telah membaik sejak Selasa lalu. Mekanisme pasar baik dan penawaran telah berlangsung. Terima kasih kepada para pelaku pasar, bank, eksportir dan investor global. Sekarang kondisi yang tepat telah mengurangi nilai tukar rupee. Tekan nilai tukar, ‚ÄĚkata Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia (BI), Kamis (26/3).

Baca: Terus Perkuat Nilai Tukar, Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Rp 1278, Kamis Sore

Baca: Anies Baswedan Rilis Hotel Bintang Empat Bantu Tim Medis Corona: Kerja Keras

Baca: Indonesia Mengumumkan penundaan dampak pandemi corona 2020. PBSI menunggu persetujuan BWF-Perry juga mengatakan apresiasi mata uang Garuda tidak terlepas dari sentimen positif di pasar keuangan global. pasar. Misalnya, rencana stimulus fiskal dan injeksi likuiditas dari negara maju.

Di Amerika Serikat, Senat menyetujui paket stimulus fiskal yang diusulkan senilai $ 2 triliun. Perry menjelaskan, uang tersebut dialokasikan untuk bidang kesehatan, yakni 100 miliar dolar AS, 350 miliar dolar AS untuk usaha kecil dan menengah, 250 miliar dolar AS untuk pekerjaan, 500 miliar dolar AS untuk usaha, dan penyaluran bantuan sosial. Hanya Amerika Serikat dan Jerman yang telah disetujui untuk memberikan paket stimulus fiskal setara dengan 10% dari PDB-nya atau setara dengan US $ 860 miliar. .

Pada saat yang sama, dalam hal likuiditas, beberapa bank sentral telah menyuntikkan likuiditas secara penuh ke dalam pasar keuangan.

Sama seperti The Fed, The Fed membeli sekuritas dari sektor keuangan dan sektor swasta. Bank Sentral Eropa juga sepakat untuk menyuntikkan likuiditas dan mengambil langkah-langkah pelonggaran lainnya.

Berita ini disiarkan di KONTAN dengan tajuk: Rupiah Menguat, Presiden BI: Tidak Ada Lepas dari Sentimen Positif Pasar Keuangan Global