Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan – Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor keuangan, PT Pegadaian (Persero) mengklaim “memanen” korona selama pandemi atau pandemi Covid-19.

R. Swasono Amoeng Widodo, penjabat sekretaris PT di Singapura, mengatakan bahwa karena dampak Covid-19, banyak orang menjanjikan barang-barang mereka karena mereka membutuhkan uang.

“Dia berkata:” Jumlah pelanggan pada kuartal pertama meningkat 20% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah kendaraan yang dijamin meningkat 30%, dan jumlah sepeda motor meningkat 40%. Bahkan dalam masa panen raya ini, pinjaman meningkat. Kamis (2020/05/05) di Jakarta.

Baca: Dampak Korona, Pegadaian: Pengusaha Gadai Mobil Alphard

Sebenarnya, Amoeng mengungkapkan, gudang perseroan kini penuh dengan kendaraan roda empat yang digadaikan warga. s.

“Saat situasi semrawut jumlahnya bertambah. Selama ini tidak ramai. Bisa semrawut hingga tiga bulan. Kalau tidak ada konsumsi mau dijual apa? Ke Pegadaian,” ujarnya.

Menurutnya, Pegadaian yang menjadi anggota, bunga ikan dikurangi dari 0,75% menjadi 15 hari, dan bunga pinjaman tidak kurang dari Rp1 juta. – “Pinjaman 1 juta rupiah itu ekuitasnya 0%. Selama perekonomian kacau maka berkembang menjadi Pegadaian,” tutup Amoeng.